Wednesday, 28 February 2018

Panduan Lengkap, Praktis Tentang Shalat Jamaah

Panduan Lengkap, Praktis  Tentang Shalat Jamaah
Shalat jamaah

Ulama berbeda pendapat mengenai hukum shalat berjamaah, ada yang mengatakan sunnah mu’akkad, menurut Imam Nawawi fardlu kifayah, menurut Imam Ahmad Bin Hambal fadlu ‘ain dan ada lagi yang mengatakan sebagai syarat-syarat shalat.


Makmum niat mengikuti imam


Salah satu syarat yang mengesahkan shalat jamaah ialah Makmum harus niat menjadi makmum, sedangkan Imam tidak harus niat menjadi imam. Sebab, kalau makmum tidak niat menjadi makmum maka shalatnya batal, sedangkan imam yang tidak berniat jadi imam tetap sah, cuman tidak mendapatkan fadilah shalat jamaah melainkan shalat sendirian.

Lalu bagaimana jika ada orang  berniat menjadi imam sedangkan ia shalat sendirian, ia beranggapan nanti di tengah-tengah shalatnya ada orang yang bermakmum kepada dirinya.

Maka shalatnya tetap sah, meskipun nantinya tidak ada yang bermakmum kepadanya. Kalau ada yang bermakmum kepadanya mau ia mendapatkan fadilahnya shalat berjamaah.

Kalau tidak ada yang bermakmum maka ia tidak mendapatkan fadlilahnya berjamaah, meskipun ia berniat menjadi imam.

Makmum mengikuti imam dalam segala pekerjaan


Syarat yang kedua makmum harus mengikuti imam dalam segala hal seperti gerakan dalam shalat, kalau imam ruku’ maka makmum harus ruku’, begitu juga seterusnya, jika makmum tertinggal 3 rukun maka shalat batal.

Mengetahui gerakan imam

Panduan Lengkap, Praktis  Tentang Shalat Jamaah
Melihat Imam Melalui Proyektor

Syarat yang mengesahkan shalat jamaah yang ketiga makmum harus mengetahui gerakan imam baik melihat secara langsung, melihat makmum yang ada di depannya atau mendengar dari pengeras suaranya imam. 

Bagaimana kalau makmum melihat imam melalui proyektor. Baca selengkapnya  Hukum makmum melihat gerakan imam melalui televisi 

Jarak antara imam dan makmum tidak boleh lebih dari 300 dziro’, ini kalau tidak berada di masjid


Ulama banyak terjadi khilaf dalam menentukan berapa dziro’ yang di maksudkan disini, jika penghitungannya menggunakan ukuran Indonesia penentuan satu dziro’ ke centimeter, maka Panjang 300 dziro’ bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, menurut mayoritas ulama 1

Pendapat ini di ambil dari penghitungan kitab FATHUL QODIR halalaman 3 

NO Panjang 300 dziro’

1 125,1 M.
2 134,1 M.
3 134,4 M.
4 132 M.
5 144 M.
6 ا174 M.
7 195 M.
8 227,4 M.

Tempat berdirinya makmum tidak boleh melebihi imam


Syarat yang dapat mengesahkan jamaah shalat yakni posisi makmum tidak boleh melebihi posisi imam, batasannya adalah tumitnya imam, kalau melebihi sedikit saja maka shalatnya makmum batal. 
Ini sering terjadi jika ada masjid yang bertingkat lalu imam berposisi di belakang mihrob bukan di mihrobnya, sedangkan makmum yang di atas tidak melihat posisi imam, yang di lihat hanya pembatas seperti tembok

Aturan imam dan makmum sama


Syarat yang selanjutnya makmum dan imam aturannya sama, semisal imam shalat ashar maka makmum juga shalat ashar, imam ruku’ makmum juga harus ruku. Imam membaca al-fatihah makmum juga membaca al-fatihah, ini yang di maksud sama aturannya.

Yang tidak di perbolehkan dan bukan aturannnya,  jika ada imam shalat jama qoshar atau shalat gerhana matahari atau bulan, sedangkan makmum ingin jamaah shalat ashar atau magrib, maka makmum tidak boleh mengikuti imam sebab beda aturan.

Dan juga gerakan shalat gerhana matahari dan gerhana bulan beda dengan gerakan shalat lima waktu yang wajib. Dan juga beda rakaatnya shalat jama’ qhasar dengan shalat yang tidak di qhasar, untuk itu tidak boleh mengikuti.

Kalau imam shalat sunnah boleh bagi makmum shalat berjamaah walapun makmum hendak shalat dluhur, ashar atau magrib. Karena shalatnya imam dengan makmum gerakan shalatnya sama.



Laki-laki tidak sah bermakmum kepada wanita


Laki-laki tidak di perbolehkan bermakmum kepada wanita,  tidak boleh bermakmum kepada anak kecil, dan juga tidak boleh bermakmum kepada orang yang memiliki kelamin dua yang sama-sama berfungsi (Khunsa Musykil). Begitu juga tidak di perbolehkan bermakmum kepada orang banci.

Kalau perempuan di perbolehkan menjadi imam bagi makmum perempuan, juga boleh menjadi imam bagi anak kecil, dan orang yang memiliki dua kelamin yang sama-sama berfungsi.

Imam tidak boleh Bermakmum Kepada Orang Yang Ummi 


Syarat yang mengesahkan shalat jamaah yakni imam harus ahli qori’ (fasih dalam melafadkan ayat-ayat al-qur’an), maka tidak boleh ahli qori bermakmum kepada orang yang tidak bisa membaca al-qur’an atau bisa membaca ayat al-qur’an tapi kurang fasih.

Lalu bagaimana untuk mengetahui imam itu seorang qori’ atau bukan, apalagi shalay yang di kerjakan shalat yang bacaannya di pelankan seperti dluhur dan ashar.

Kalau makmum tidak mengetahui apakah imam pandai membaca al-qur’an atau tidak, maka shalatnya makmum tetap sah.  Dan makmu tidak di perkenankan menyelidiki terlalu detail terkait bacaan imam, cukup dengan husnuzdon bahwa imam ini bacaannya bagus. 

Kalau imam memelankan bacaan ayat al-qur’an, padahal dalam shalat yang  harus di keraskan bacaanya, maka bagi makmum mengulang shalatnya ini pendapatnya imam Iraq dari nashnya Imam As-Syafi’i.

Seandainya ada imam pandai membaca al-qur’an, lalu  imam tersebut memelankan bacaannya, kerena lupa atau karena menganggap shalat yang di kerjakan itu di sunnahkan memelankan  bacaannya, maka bagi makmum tidak perlu mengulang shalatnya.


Makmum tidak boleh mengikuti imam yang di ketahui batal


Makmum yang melihat imamnya batal maka tidak boleh mengikuti imam, bagaimana solusinya jika melihat imam batal ketika shalat, maka harus memisahkan diri.

Baik batalnya imam itu karena ceroboh seperti bergerak lebih dari 3 kali, atau membawa najis yang tidak di dapat di maafkan.

Shalat Yang Afdlo Untuk  Berjamaah


Shalat jum’at
Shalat subuh selain hari jum’at
Shalat ashar
Shalat isya’
Shalat dluhur
Shalat magrib


Pengaturan Shaf Yang Benar


Panduan Lengkap, Praktis  Tentang Shalat Jamaah
Posisi Shaf


Pengaturan shaf (barisan dalam shalat), membentuk shaf di mulai dari arah kanannya Imam hingga sampai arah kiri dengan lurus dan rapat, demikian seterusnya. 

Sedangkan urutan shaf ialah tepat di balakngnya Imam shaf laki-laki dewasa kemudian di belakangnya shaf untuk anak-anak lalu di belakangnya perempuan.

Kenapa harus makmum laki-laki dewasa yang harus di belakangnya imam, sebab, makmum laki-laki yang sudah dewasa sewaktu-waktu bisa menggantikan imam jika imamnya batal dalam shalatnya.

Kalau anak kecil di kawatirkan wudlu dan bacaaan dalam shalat tidak pandai sehingga bisa membatalkan seluruh jamaah shalat.

Bila makmum hanya seorang, ia berdiri sebelah kanan imam dan berdiri agak belakang sedkit, bila ada makmum yang datang, maka ia berdiri agak belakang di sebelah kiri imam, kemudian makmum yang pertama mundur sedikit meluruskan dengan makmum yang baru datang.

Shalat yang di lakukan berjamaah dari 3 orang, maka membentuk seperti biasa, bila seseorang makmum mendapati makmum sedang ruku’, lalu boeh bagi makum mengikuti imam selalu imam tidak melakukan i’tidal (Makmum di anggap sempurna).


Bagaimana jika ada makmum yang baru datang kemudian tidak menemukan barisan (Shaf) yang lainnya. Maka sunnah baginya menarik makmum yang ada di depannya agar berdiri membentuk shaf dengan dirinya.

Tapi, ada syarat yang harus di penuhi jika ingin menarik makmum yang berada di depannya. Pertama orang yang menarik harus takbiratul ihrom dulu. Yang kedua makmum yang menarik dan yang di tarik harus sejenis, maksudnya kalau laki-laki ya harus menarik makmum laki-laki tidak boleh menarik makmum perempuan. 

Kalau ia mengikuti imam sedangkan imamnya i’tidal, maka bagi makmum tersebut harus menambah 1 rakaat lagi setelah salamnya imam (makmum tidak sempurna, tidak di hitung1 rakaat).

Begitu juga makmum yang mendapati imanya melakukan tasyahud ahir, maka bagi makmum yang mengikuti imam harus menambah semua rakaatnya, semisal shalat subuh, ia menemukan imamnya tasyahud ahir, setelah imam salam, makmum menyempurnakan 2 rakaat sebab ia mengikuti imam saat tasyahud tidak di hitung sebagai rakaat.

Makmum masbuk ialah makmum yang tidak bisa menyelesaikan al-fatihanya sebelum imam ruku’ (tanpa membaca bacaan yang sunnah).

Refrensi kitab I’anatut Thalibin Halaman 13
                       Tuhfatul Muhtaj Juz 8 Halaman 250






Tuesday, 20 February 2018

Panduan Terlengkap Penjelasan Puasa Ramadlan

Panduan Terlengkap Penjelasan Puasa Ramadlan


Puasa merupakan menahan diri selama sehari penuh dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa dengan di sertai niat yang sudah di sepakati oleh ulama’ . Sebab, kalau tidak di sertai niat puasa, meskipun tidak makan dan tidak minum serta menjauhi larangan yang dapat membatalkan puasa, maka  tidak di anggap sebagai puasa.

Puasa merupakan salah satu rukun islam yang ke 3 dan wajib bagi seorang muslim untuk mengerjakan puasa selama dirinya mampu melakukan Ibadah puasa, kalau tidak mampu maka harus membayar fidyah.

Di syariatkan puasa yakni pada tanggal 10 Sya’ban tahun kedua hijriyah yakni setelah nabi Muhammad Saw hijrah ke madinah atau setelah Kiblat umat islam berpindah dari masjidil aqsa ke masjidil haram.

Perintah puasa  berlandaskan al-qur’an


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Di wajibkan atas umat Nabi Muhammad Saw untuk melakukan puasa, sebagaimana Allah Swt telah  mewajibkan atas orang-orang sebelum Umat Muhammad Saw.

Menurut sebagian al-Mufassrin mengatakan yang di maksud ayat “Min Qobblikum” yaitu orang Nasrani, ada juga yang berpendapat dengan ahlu kitab, sebagian yang lain mengatakan semua umat sebelum umat Nabi Muhammad Saw. 

Namun puasa yang di lakukan oleh umat terdahulu prakteknya tidak sama dengan puasa yang di lakukan oleh umat Nabi Muhammad Saw, seperti puasa tanpa bicara, puasa setahun.

Untuk puasa yang di lakukan oleh umat Nabi Muhammad Saw ada tata cara tertentu yang membedakan dengan puasanya umat terdahulu, di antaranya?

Syarat-Syarat Wajib Puasa


Islam

Syarat yang mengesahkan untuk berpuasa salah satunya islam, ahlu kitab, selainnya tidak bisa mengesahkan baik murtad atau kafir dzimmi, (kafir yang mematuhi peraturan agama islam).

Baligh


Baligh merupakan pengalihan usia  mulai masa kekanak-kananan menuju usia remaja, Syarat yang kedua untuk bisa melakukan puasa yakni baligh, usia baligh ini bisa di capai kalau seorang anak itu sudah pernah mengalami 3 hal berikut

a. Keluar mani, keluar mani ini bisa terjadi pada anak laki-laki dan anak perempuan
b. Keluar darah haid, darah haid ini darah kotor yang terjadi pada anak perempuan
c. Menurut kesepakatan para ulama, usia anak yang bisa di katakan baligh yakni untuk laki-laki usia 15 tahun dan untuk anak perempuan minimal usia sudah mencapai 9 tahun.

Berakal sehat


Sehat disini akalnya masih normal dan berfungsi, kalau akalnya sudah tidak normal, maka sudah tidak ada kewajiban untuk berpuasa semisal gila, atau sudah pikun. Dan tidak harus membayar fidyah
Selain dari gila atau pikun tetap di wajiban untuk berpuasa, semisal orang sudah tua tidak mampu untuk berpuasa atau orang sakit yang sudah tidak ada harapan utnuk hidup, maka baginya boleh tidak berpuasa, namun bagi walinya, memliki tanggungan untuk membayar fidyah.

Mampu berpuasa


Mampu puasa sehari penuh merupakan syarat sah berpuasa, kalau tidak mampu untuk berpuasa sehari penuh, dengan alasan yang di benarkan oleh syara’ seperti orang sakit yang parah, perjalana jauh, sudah tua. 

Maka syara’ memperbolehkan tidak puasa, Tapi, setelah selesai melakukan puasa, ia memiliki kewajiban mengqodlo’ puasa yang di tinggalkan, sebab alasan yang di benarkan oleh syara’

Syarat Yang Mengesahkan Puasa


Islam

Syarat yang mengesahkan untuk berpuasa salah satunya islam, ahlu kitab, selainnya tidak bisa mengesahkan baik murtad atau kafir dzimmi, (kafir yang mematuhi peraturan agama islam). Ini berlandaskan dalil al-qur’an.

Wahai orang-orang yang beriman di wajibkan atas kamu untuk berpuasa, seperti yang telah aku wajibkan terhadap umat-umat sebelum kamu.

Beriman kepada Allah Swt
Berimana kepada malaikat Allah Swt
Beriman kepada kitab-kitab Allah Swt
Berimana kepada utusan Allah Swt
Beriman kepada hari akhir

Tamyis


Tamysi merupakan kekuatan daya pikir seorang anak yang mampu menentukan beberapa makna, seorang anak bisa di katakan mumayyis kalau anak itu mampu menjawab pertanyaan dari lawan bicaranya semisal di suruh beli rokok ia akan menjawab tidak atau iya, ini yang di maksud mampu menjawab.

Kalau menjawab tidak sesuai pertanyan maka belum di katakan mumayyis.

Ulama berbeda pendapat mengenai batasan tamyis, ada yang mengatakan tamyis itu di batasi dengan usia, ada juga tidak membatasi dengan usia. Pendapat yang di pilih yakni tamyis tidak di batasi dengan usia.

Contoh idelanya” saya menyuruh anak kecil memeli makanan seharga 10 ribu, sedangkan uang yang saya kasih 15 ribu, otomatis uang kembaliannya 5 ribu, kalau anak kecil itu tahu uang kembalian, maka ia di katakan mumayyis.

Suci dari hadats besar


Seorang wanita yang mengalami haid atau nifas, maka baginya haram melakukan puasa, tapi, ia masih memiliki kewajiban mengqolo’ puasanya, beda halnya dengan shalat yang tidak ada kewajiban mengqodlo ketika mngalami haid.

Begtiu juga laki-laki yang sedang dalam keadaan junub (keluar mani), maka baginya tidak boleh melakukan puasa.

Puasa pada waktu yang di perbolehkan 


Dalam masalah ini puasa ramdlan yang sudah di tentukan kewajiban dan waktunya, kalau ada larangan untuk tidak  berpuasa lalu, di lakukan maka puasanya sah tapi haram.

Waktu yang sudah di tentukan seperti, puasa ramadlan. Puasa muharamm, puasa ‘Asyura, puasa tasyua, puasa senin kamis dan lain sebagainya.

Rukun Puasa


Niat puasa pada malam hari, Untuk puasa Ramadlan,  puasa nadzar, maka harus di niati pada malam hari sebelum terbit fajar, kalau lupa tidak membaca niat pada malam hari, maka puasanya tidak anggap.
Dan juga wajib untuk puasa ramadlan dan puasa nadzar menyebutkan puasa yang akan di kerjakan, semisal “ saya niat puasa ramadlan/ puasa nadzar esok hari pada tahun ini karena Allah Swt.

Untuk puasa Sunnah selain ramadlan atau nadzar, boleh niat di siang hari selama matahari belum tergelincir dan belum melakukan sesuatu yang membatalkan puasa semisal makan atau minum.

Tidak Makan Dan tidak Minum, baik sedikit atau banyak dengan catatan di sengaja, jika seseorang yang berpuasa lupa atau tidak tahu kalau makan dan minum itu bisa membatalkan puasa, di sebabkan dirinya jauh dari para ulama atau dekat dengan ulama’ tapi untuk menuju ke para ulama dapat membahayakan dirinya, maka puasanya tetap sah.


Panduan Terlengkap Penjelasan Puasa Ramadlan

Atau seseorang di paksa untuk makan atau minum kalau semisal tidak menuruti kemauannya untuk makan, maka akan membahayakan dirinya , maka boleh makan, tapi, puasa tetap sah, sebagaimana hukumnya orang lupa.

Tidak bersetubuh selama melakukan ibadah puasa, kalau dirinya lupa sedang berpuasa lalu bersetubuh maka puasanya tidak batal sebagaimana hukum makan dalam keadaan lupa.

Tidak muntah yang di sengaja, hukumnya juga berlaku sebagaimana makan yang tidak di sengaja, kalau tidak di sengaja lalu muntah, maka tidak membatalkan puasanya, semisal mabuk perjalanan, atau tidak sengaja melihat benda kotor lalu muntah.

Yang di sengaja seperti contoh ia tahu kalau melihat kotoran pasti muntah lalu melihatnya dan benaran muntah, maka puasanya batal, begitu juga memasukkan jari tangannya ke mulut dengan tujuan agar muntah, lalu muntah sudah jelas batal puasanya.

Sunnah-Sunnah Puasa


Menyegerakan waktu berbuka jika benar-benar matahari tenggelam, kalau ragu apakah matahari sudah tenggelam atau tidak, maka di anjurkan tidak menyegerakan waktu berbuka, sampai menunggu waktu yang memang benar-benar yakin, kalau waktu berbuka sudah tiba.

Semisal sudah menjadi kebiasaan atau tahu bahwa ketika jam menunjukkan pukul 18:00 adzan magrbib atau waktu berbuka sudah tiba, lalu pada saat itu cuaca gelap dan hujan serta listrik mati, otomatis tidak terdengar suara adzan.

Waktu menunjukkan pukul 18:00, sedangkan hatinya ragu, maka solusi terbaik lewatkan pukul 18:10 menit.


Berbuka puasa dengan kurma, sesuatu yang manis atau air


Dia anjurkan bagi orang yang mau berbuka puasa untuk mengkonsumsi makanan yang manis-manis seperti kurma, Kolak, kalau semunya tidak ada maka dengan air.

Kenapa harus mengkonsumsi makanan yang manis saat berbuka?

Karena saat kita puasa, pastinya tidk ada makanan yang masuk ke dalam tubuh di tambah lagi banyaknya aktifitas sehari-hari, sehingga nutrisi dalam tubuh kurang, dengan begitu di anjurkan makan makanan yang manis, sebab makanan yang manis ini banyak kasiatnya bagi tubuh yang seharian berpuasa.

Berdoa saat berbuka puasa
Mengakhirkan waktu sahur
Meninggalkan perkataan keji
Perbanyak sedekah
Perbanyak membaca al-qur’an, belajar 

Perkara yang membatalkan pahala puasa


Berdusta dan adu domba
Membicarakan keburukan orang lain
Memfitnah
Sumpah palsu
Melihat sesuatu yang tidak pantas, baik dengan syahwat atau tidak.
Mencuri, merampok,


Perkara yang membatalkan puasa


Makan dan minum baik sedikit atau banyak, kalau lupa makan, maka puasa tidak batal, atau di paksa makan jika tidak menuruti untuk makan, maka akan membahayakan dirinya, makan saja dengan niatan ingkar, dan puasanya tetap.

Muntah dengan di sengaja


Hukumnya juga berlaku sebagaimana makan yang tidak di sengaja, kalau tidak di sengaja lalu muntah, maka tidak membatalkan puasanya, semisal mabuk perjalanan, atau tidak sengaja melihat benda kotor lalu muntah.

Yang di sengaja seperti contoh ia tahu kalau melihat kotoran pasti muntah lalu melihatnya dan benaran muntah, maka puasanya batal, begitu juga memasukkan jari tangannya ke mulut dengan tujuan agar muntah, lalu muntah sudah jelas batal puasanya


Bersetubuh dengan sengaja


kalau dirinya lupa sedang berpuasa lalu bersetubuh maka puasanya tidak batal sebagaimana hukum makan dalam keadaan lupa.

Jika ia tahu kalau berpuasa lalu bersetubuh dapat membatalkan puasanya, tapi, ia tetap melakukan hal tersebut, maka baginya mendapatkan dosa, memiliki hutang puasa dan memiliki kafarat yakni kalau ia memiliki budak, maka harus di merdekakannya, kalau tidak punya maka puasa dua bulan berturut-turut, kalau tidak mampu berpuasa, maka baginya memberi makanan pada orang fakir miskin sebanyak 60 orang, setiap satu orang miskin mendapat 1 posi makanan. Kalau tidak mampu, maka tanggungan semuanya itu tetap baginya sampai ia mampu memenuhi kewajiban kafaratnya.

lalu bagaimana kalau onani saat berpuasaa, baca selengkapnya hukum onani saat puasa

Gila


Yang dapat membatalkan puasa yakni salah satunya gila, baik gilanya itu terus menerus atau putus, seperti contoh setiap 2 jam sekali gila, dua jam kemudian sadar, maka tetap membatalkan puasanya.

Murtad 


Keluar dari agama islam baik dengan ucapan atau dengan perbuatannya atau dengan hatinya, maka seketika itu batal puasanya.

Kalau ia kembali memeluk agama islam maka semua puasa yang di tingggalkan sebab murtad tadi har di ganti (Qodlo’)

keluar sperma dengan sengaja


perkara yang membatkan puasa yang terahir keluar sperma dengan sengaja, semisal dengan sengaja melihat gambar porno atau video porno, atau mengeluarkan sperman dengan tangannya sendiri atau menggunakan tangan istrinya, maka puasanya batal

bagaimana kalau keluar sperma tanpa di sengaja, maka puasa tetap sah, seperti contoh tidur lalu bangun-bangunnya keluar sperma, maka tidak membatalkan puasa.


Waktu yang di haramkan berpuasa


Pada hari raya idul fitri dan idul adha

Tanggal 11,12,13 Dzulhijjah

Tanggal 30 Sya’ban (pertengahan) kecuali ada sebab yang memperbolehkan puasa semisal puasa qodlo’ ramadlan.

Hal-Hal yang memperbolehkan tidak puasa


Sakit


Orang sakit di perbolehkan tidak puasa, jika sakitnya itu sangat memayahkan tubuhnya, tapi, harus mengqodlo jika sudah sembuh


Musyafir

Panduan Terlengkap Penjelasan Puasa Ramadlan


Orang yang melakukan perjalanan jauh boleh tidak puasa dengan beberpa syarat seperti, perjalanannya bukan maksiat seperti silaturrahmi, berdagang atau membayar hutang

Syarat yang kedua sudah menempuh batas di perbolehkannya shalar qhosor, dalam hal ini ulama beda pendapat mengenai batasan (jarak qhasar) ada yang 88 KM, ada juga 90 KM

Syarat ketiga perjalnannya di lakukan sebelum terbitnya fajar, kalau di lakukan setelah fajar, maka baginya harus puasa sehari penuh.

Syarat ke empat sudah kelaur dari wilayah tempat tinggalnya, kalau di negara Indonesia batasan keluar dari kelurahan atau desa.


Tidak Mampu Puasa


Mampu puasa sehari penuh merupakan syarat sah berpuasa, kalau tidak mampu untuk berpuasa sehari penuh, dengan alasan yang di benarkan oleh syara’ seperti orang sakit yang parah, perjalana jauh, sudah tua. 

Maka syara’ memperbolehkan tidak puasa, Tapi, setelah selesai melakukan puasa, ia memiliki kewajiban mengqodlo’ puasa yang di tinggalkan, sebab alasan yang di benarkan oleh syara’

 Perempuan Hamil atau Menyusui


perempuan hamil boleh tidak puasa jika khawatir membahayakan dirinya, maka hanya di wajibkan mengqodlo saja tanpa membayar fidyah, jika, khawatir terhadap bayi yang di kandungnya, maka harus mengqodlo dan membayar fidyah

fidyah disini yaitu memberi makan orang miskin 1 porsi

hukum ini berlaku juga bagi wanita yang menyusi, kalau ia kuat untuk berpuasa, namun karena kuatir akan bahaya pada bayinya, ia tidak berpuasa, maka baginya wajib mengqodlo juga wajib membayar fidyah.

Tapi, kalau kuatir akan keselamatan dirinya cukup mengqodlo saja.


Macam-Macam Puasa Sunnah


Puasa 6 hari di bulan syawwal (1 hari setelah idul fitri)

Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah)

Puasa tanggal 9 Muharram (Tasyu’a)

Puasa pada tanggal 10 Muharram (‘Asyura)

Puasa bulan Sya’ban

Puasa senin dan kamis

Puasa pertengahan bulan yakni tanggal 13, 14, 15, dari tiap-tiap bulan

Puasa rajab

Puasa daud, puasa 1 hari penuh, keesokan harinya tidak berpuasa, begitu juga seterusnya

Perbolehan Menggodlo Puasa Orang Mati

Ulama dalam menyikapi hal demikian terjadi khilaf, menurut Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan Imam Syafi’i tidak boleh bagi wali atau keluarga berpuasa atas nama mayit yang memiliki hutang puasa.

Sedangkan mengqodlo’ puasa nya orang meninggal seperti di sebutkan dalam syarh al-Muhadzab dan ar-Raudlah boleh, berlandaskan Hadits Nabi Muhammad Saw. 

Barang siapa meninggal dunia lalu ia memiliki hutang puasa maka boleh bagi walinya mengqodlo puasanya”.

Demikian penjelasan artikel ini semoga bermanfaat, jika ada pertanyaan atau kritik yang sifatnya membangun, langsung komenter di bawah ini.














Saturday, 17 February 2018

Lengkap, Penjelasan Istinja' Sesuai Syariat Islam

Lengkap, Penjelasan Istinja'  Sesuai Syariat
Istinjak'

Istinjak merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada dzubur (kemaluan bagian belakang) dan Dubul (kemaluan bagian depan).

Salah satu alat yang dapat menghilangkan kotoran di dua kemaluan ialah dengan air, karena air merupakan salah satu benda yang paling sempurna untuk menghilangkan kotoran tersebut seperti dapat menghilangkan  wujudnya najis, bekas dan bau.

Jika tidak  ada air yang dapat menghilangkan kotoran daridua kemaluan terserbut, maka menggunakan batu, meskipun batu itu hanya dapat mnghilangkan wujudnya saja tidak bisa menghilangkan bekas dan bau.

Sudah menjadi kebiasaan ketika ada anak kecil baru bisa istinjak sendiri, terkadang masih ada bau yang melekat di tangan. 

Maka dalam kasus ini ada dua pendapat:

Pendapat pertama mengatakan,  bau tersebut menunjukkan masih adanya najis yang terdapat di kemaluan, maka wajib baginya menambah basuhan agar najis yang terdapat di kemaluan hilang. Jika berpedoman pada pendapat ini  

Maka di anjurkan  mencium tangan sehabis istinjak, agar tahu sucinya kemaluan setelah  beristinjak.
Pendapat kedua mengatakan, ketika masih terdapat bau pada tangan setelah beristinjak itu tidak menunjukkan adanya najis di area kemaluan.

Baca Juga selengkapnya Tentang jamaah

Namun,  hanya ada najis yang terdapat di jari-jari saja, maka tidak perlu membasuh tempat istinjak cukup membasuk jari-jari tangan saja.

Kalau menurut pendapat yang pertama mengatakan adanya bau yang terdapat di tangan, sudah pasti ada najis di kemaluan, kalau semisal tidak di basuh lagi, opomatis wudlu dan shalatnya tidak sah.
Sebab, ia masih membawa najis, sedangkan syarat shalat harus suci dari hadats dan najis.


Lengkap, Penjelasan Istinja'  Sesuai Syariat
Istinja' Dengan Air

Baca Juga: 6 Solusi menyelasaikan Persoalan rumah tangga


Adab Ketika Masuk Ke Kamar Mandi


Agama islam mengatur semua tentang aktifitas manusia, baik mengatur masalah ibadah, akad transaksi, dan juga mengatur manusia ketika hendak buang air besar atau kecil.

Adab yang pertama, masuk kekamar mandi mendahulukan kaki bagian kiri, sebab, mau masuk ke tempat yang buruk, beda halnya kalau mau masuk ke masjid, maka mendahulukan kaki kanan.
Lalu ketika kaki kiri masuk ke dalam kamar mandi di anjurkan membaca do’a

Do’a masuk kamar mandi

اَللهُمَّ اِنّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآئِثِ

Setelah keluar dari kamar mandi di anjurkan mendahulukan kaki kanan, lalu membaca doa keluar kamar mandi.

Doa keluar dari kamar mandi

لْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَذْهَبَ عَنّى اْلاَذَى وَعَافَانِىْ

Diam Saat Di Kamar Mandi


Ketika masuk kamar mandi di anjurkan untuk diam tidak boleh berbicara dalam urusan apapun, baik urusan duniawi atau urusan akhirat, juga tidak di perkenankan mambaca ayat-ayat al-qur’an, menjawab adzan, membaca shalawat.
Tidak menghadap kiblat

Seseorang yang buang air besar tidak di perbolehkan menghadap kiblat atau membelakangi kiblat, tidak bolehnya ini kalau orang yang buang besar ini berada di tempat yang lapang seperti lapangan, atau berada di padang sahara, tanpa ada pembatas.

Lalu bagaimana kamar mandi yang sudah jadi, dalam kedaan menghadap kiblat, apakah harus di bongar ?

Tidak harus di bongkar selama ada penghalang seperti tembok atau selainnya, antara dirinya dengan kiblat, seperti di perumahan atau tempat umum yang memng menyediakan tempat buang air besar. 
Syarat Istinjak Dengan Batu

Batu merupakan salah satu alat yang bisa di gunakan untuk beristinjak ketika tidak adanya air, tapi, ada syarat terntu ketika hendak menggunakan batu ini


Lengkap, Penjelasan Istinja'  Sesuai Syariat
Istinja' Dengan Batu


a. Batu yang akan di buat beristinjak harus suci dari najis

b. Batu dalam keadaan kering, jika batu yang di gunakan untuk beristinjak itu basah, maka tidak dapat di buat beristinjak. Sebab, najis yang terdapat pada kemaluan akan meluas.

c. Batu yang akan di gunakan untuk beristinjak harus tiga buah batu 

d. Batunya dapat membersihkan tempat keluarnya najis yang terdapat pada qubul dan dubur

e. Najisnya belum kering 

f. Najisnya tidak terkena barang najis yang lain 

Inilah syarat-syarat istinjak menggunakan batu, tapi, kalau masih ada air, gunakan air saja, sebab istinjak menggunakan air lebih sempurna.

Demikian penjelasan istinjak semoha bermanfaat untuk kita semua. aminnn








Friday, 16 February 2018

Lengkap. Pembahasan Tentang Murtad Menurut Islam

Lengkap Pembahasn Tentang Murtad Menurut Islam
MURTAD

Murtad merupakan salah bentuk perbuatan untuk memutus islam baik dengn perbuatan seperti menyembah berhala, atau dengan ucapan seperti mengakui Allah Swt itu dua dan dengan kehendaknya sendiri bukan paksaan.

Kalau di paksa untuk murtad, Namun hatinya tetap mengimani Allah Swt, maka orang seperti tetap islam, tidak di katakan murtad, sebab, ia murtad karena di paksa.

]Murtad merupakan salah satu perbuatan yang paling dimurkai Allah Swt, sebab, dengan murtad ia telah menyekutukan Allah Swt, bagi orang yang murtad, lalu ia meninggal dunia sebelum bertaubat, maka semua amal kebaikan selama hidupnya di hapus.

Beda halnya kalau orang yang murtad tadi memeluk agama islam lagi,  maka kebaikan selama hidupnya masih tetap, hanya saja pahalanya yang hilang, seperti amal ibadah berupa shalat, zakat atau haji.

Menurut sebagian keterangan orang murtad yang bertubat tidak berkewajiban mengulangi semua amal kebaikan yang pernah ia kerjakan sebelum murtad. sedangkan Kalau menurut Imam Abu Hanifah  wajib mengulangi semua  ibadah yang pernah ia kerjakan.
Tapi, Hanya kewaiban saat ia murtad saja yang harus di ganti, semisal tanggal 1 jam 11:00 siang ia murtad, lalu jam 20:00 ia kembali memeluk agama islam, jadi ia telah meninggalkan ibadah shalat dluhur, ashar, magrib dan isya’, maka ibadah ini yang harus di ganti semua, bukan amalan ibadah sebelum  ia murtad.


Contoh Murtad Sebab I’tiqat


Contoh murtad yang di barengi dengan keyakinan seperti menyakini bahwa Allah Swt itu tidak ada, menyakini dan mengakui kalau Nabi Muhammad Saw itu bukan utusan, atau menentang hukum yang sudah di sepakati seperti shalat itu wajib, semua ulama sepakat, Namun, ia menentangnya kalau shalat itu tidak wajib, maka ia telah murtad

Murtad sebab sujud kepada selain Allah Swt walapun bersujud kepada Nabi Muhammad Swt, sujud di sini yakni menyembah. Kalau sujud karena memulyakan maka boleh.

Contoh Murtad Sebab Perbuatan


Contoh murtad kerena pekerjaan sseperti berjalan kegereja dengn bertingkah layaknya orang kafir baik dengan berpakaian layaknya orang kafir atau membuang lembaran al-qur’an ke tempat sampah.

Kewaijiban Orang Murtad


Orang yang murtad  baginya wajib di suruh untuk bertaubat kembali ke agama islam, kerena hak kelanjutan hidupnya masih terjaga lantaran sebelumnya telah memeluk agama islam dan kemungkinan mengalami kesubhatan pada dirinya lalu di hilangkannya.

Kalau orang yang murtad tidak mau kembali keagama islam, maka bagi hakim atau yang mewakili wajib membunuhnya dengan cata memenggal kepalanya, tidak di perbolehkan membunuh dengan cara lain.

Wajib membunuh orang murtd sesuai dengan hadits Nabi Muhammad Saw, “ barang siapa di antara kamu semua mengganti agama (Murtad) maka bunuhlah, kecuali ia mau kembali memeluk agama islam lagi, maka islamnya sah dan tidak di bunuh. Sekalipun berkali-kali melakuakn kemurtadan.

Cara Kembali Ke Agama Islam Bagi Orang Murtad


Menurut pendapat yang muktamat orang murtad atau orang yang kafir sejak lahir cukup membaca dua kalimat syahadat untuk kembali memeluk agama islam, kalau orang tersebut dapat berbicara. Kalau semisal dapat berbicara namun tidak dapat melafadkan syahadat menggunakan bahasa arab, maka boleh baginya melafadkan dua kalimat syahadat menggunakan bahasa apapun.

Belum di katakan islam kalau hanya mengimani saja,  tanpa mengucapkan kalimat syahadat menurut Imam al-Ghazali dan segolongan ulama mutahaqqin. Menurut Madzhab Asy’ari dan Maturidi barng siapa mengakui dalam hatinya tanpa iqrar dengan lisannya  (mengucapkan kalimat syahadat), maka ia di hukumi islam disisi Allah Swt belum di katakan islam dalam hukum di dunia.


10 Hal Musibah Terbesar Bagi Orang Murtad


Orng islam yang mencari agama lain dan memeluk agama selain islam, maka hak-haknya sebagai orang islam terputus.

Yang pertama


Orang murtad tidak dapat mewariskan harta kepada keluarganya, semisal orang murtad itu kaya raya lalu meninggal dunia, maka harta peninggalannya tidak dapat di wariskan begitu juga tidak dapat menerima harta warisan dari salah satu keluarganya yang meninggal.

Cacatan penting orang murtad tidak menerima warisan juga tidak dapat mewariskan harta peninggalannya baik yang menerima warisan itu kafir, atau pemilik harta warisan kafir.

Pernikahnnya Batal


Lengkap Pembahasn Tentang Murtad Menurut Islam
MURTAD



Semisal orang menikah sebelum murtad, lalu murtad, maka pernikahannya dengan wanita muslimah opomatis batal, kalau mau menikahi perempuan muslimah maka hukumnya haram.

Dalam al-qur’an juga di jelaskan tidak di perbolehkan seorang laki-laki muslim menikahi perempuan musrik atau murtad begitu juga perempuan muslim tidak di perkennankan menikahi laki-laki musryi atau murtad, karena syarat sahnya nikah kedua mempelai harus islam.

Kalau menikahi perempuan ahlu kitab atau menikah dengan laki-laki ahlu kitab, maka sah nikahnya, Namun, syaratnya kitab yang di pelajari belum di ubah.

Tidak Dapat Mewalikan Nikah


Laki-laki yang berpindah agama selain agama islam, lalu memiliki anak perempuan yang hendak menikah, maka ia tidak boleh menjadi wali nikah, sebab wali nikah syaratnya harus islam dan adil. Lalu siapa yang berhak menjadi wali nikah, kalau ayahnya murtad.

Saudara kandungnya kalau memiliki kakak laki-laki, kakeknya atau pamannya, kalau semuanya ini tidak ada, maka hakim atau tokoh masyarakat yang adil.

Adil disini yakni orang yang jauh dari dosa besar dan tidak terus-menerus melakukan dosa kecil. Kalau tidak menemukan orang yang adil, solusinya mencari laki-laki yang menurut pandangan dlohirnya baik, tidak harus di teliti secara detail.



Mayatnya Tidak Di Urus


Kalau orang meninggal dunia dalam keadaan murtad, maka baginya tidak boleh untuk di mandikan, tidak boleh di kafani apalagi sampai di shalati, lalu ketika mau di makamkan tidak boleh di makamkan di  tempat pemakaman orang islam. Dan juga ketika orang yang murtad sudah di kubur tidak boleh bagi orang islam mendoakannya.

Inilah hal-hal yang harus kita lakukan jika ada salah satu orang islam murtad. Untuk itu jangan sekali-kali melakukan kemurtadan baik karena dorongan dari keluarga, sahabat atau bahan istri, sebab ancaman bagi orang yang murtad  sangatlah besar di akhirat nanti, di dunia juga tidak di perlakukan sebagaiman rang islam.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua. Aminnn..














Kebijakan Pondok Pesantren PPRU I Dalam Menghidupkan Bahsul Masail

Dari permasalah yang ada maka perlunya penyegarakan agar progam pondok pesantren tetap berjalan, maka ada kebijakan-kebijakan tertntu yang harus di ambil agar progam ini tetap berlanjut dan hidup, salah satu kebijakan pondok pesantren?

Mengutus Masing-Masing Kelas


Kebijakan Pondok Pesantren PPRU I Dalam Menghidupkan Bahsul Masail
BAHSUL MASA'IL



Bahtsul masail yang menjadi progam PP Raudlatul Ulum I dikelompokkan menjadi 4 tingkatan. Mulai dari jenjang kelas 3 A wustha, kelas 3B Wustha, semua kelas 2 dan terahir kelas Ma’had ali. Dari masing-masing kelas ini ada kelas yang akan di tunjuk sebagai tuan rumah atau menghendel semua aktifitas dalam bahsul masail seperti menunjuk kelas 2 untuk menjadi moderator, notulen, pembaca, penerjemah dan juga menyiapakn tempat dan konsumsi.

Dari masing-masing kelas ini mendelegasikan maksimal 3 orang, dari salah satu kelas ada yang di tunjuk untuk menjadi Moderator, pembaca serta penerjemah. Jadi sejak berada di jenjang kelas 2 telah diberikan pembinaan untuk melakukan bahtsul masail. Pembinaan ini berlanjut pada jenjang Tsanawiyah dengan kualitas yang lebih baik. Sementara untuk santri yang berada di kelas bawah belum difasilitasi untuk ikut dalam forum bahtsul masail, mereka para santri masih di gembeleng dengan ilmu alat seperti nahwu, sharaf.

Menentukan Jadwal  


Dari awal mula bahsul masail menjadi progam pondok pesantren Raudlatul Ulum I sejak dulu, problem bahsul masail tidak berjalan di sebabkan tidak adanya penentuan jadwal sebelum bahsul masail di laksanakan, sehingga banyak teman santri ketika menghadiri bahsul masail, saling tanya bab, dengan kondisi seperti ini santri kurang siap, lalu dampaknya forum bahsul masail ini tidak hidup dan cenderung diam.

Karena bahsul masail ini sangat di butuhkan oleh banyak pihak,maka mau tidak mau, progam ini harus hidupkan lagi dengan beberapa kebijakan, salah satunya, menentukan jadwal sebelum  bahsul masail di laksanakan mnimal 4 hari sebelum bahsul masail, mulai menentukan pembaca, moderator, penerjemah dan bab yang akan di bahas, dengan kebijakan ini basul masail yang di selenggrakan tiap malam jum’at mulai hidup.

Kajian Kitab fathil Qorib


Bahsul masail yang di selenggrakan di pondok pesantren Raudlatul Ulum I sebagai salah satu progam mingguan, dari tahun lalu sampai tahun ini tetap mengkaji ulang kitab-kitab kuning yakni fathil qorib dengan permasalahan yang ada di dalam kitab, seperti menanyakan murat, menanyakan nahwu, lafad dan makdsud. serta mengggabungkan dengan dalil kitab-kitab lain untuk menemukan hukum.

Biasa bahsul masail yang di selnggrakan di forum besar seperti PWNU atau PBNU mencakup semua permasalah-permasalah yang yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, dengan menggunakan  dalil al-qur’an, hadits, ijma ulama (kitab-kitab klasik) dan qiyas, sedangkan di forum bahsul masail yang di selenggrakan di pondok pesantren RU I masih pengkajian kitab kuning, bukan mengangkat  permasalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.



Dengan kebijakan ini santri yang mengikuti bahsul masail merasa bisa dan mudah unuk mengemukakan pendapatnya, hanya saja masih ada santri yang belum berani mengemukakan pendapatnya dengan berlandaskan kitab selain fathil qorib, menurut salah satu pengurus yang menjadi penaggung jawab berjalannya progam ini tidak mengapa santri tidak mengambil dalil dari kitab lain, asalkan mau berpendapat, agar forum bahsul masail hidup.

semoga artikel ini bermanfaat untuk semuanya.

Thursday, 15 February 2018

6 Solusi Terbaik Meredam Permasalahan Rumah Tangga Agar Tetap Harmonis

6 Solusi Terbaik Meredam Permasalahan  Rumah Tangga Agar Tetap Harmonis
Keluarga Idaman


Makhluk yang di ciptakan semua berpasang-pasangan seperti siang dan malam, matahari dan bulan hari dan bulan, begitu juga mahkluk yang bernyawa seperti hewan dan manusia.

Tujuan di  ciptakan makhluk berpasang-pasangan ini  yakni untuk menciptakan suatu hal yang sangat indah ketika masing-masing pasangan tersebut, bisa melengkapi kekurangan pasangannya.

Tapi, dalam hubungan itu pasti akan timbul suatu permasalahn, baik permasalahn itu mudah untuk di pecahkan atau rumit, Nah, agar tidak terjadi permasalahn dalam hubungan maka perlu adanya solusi terbaik agar keharmonisan itu tetap terwujud.

Solusi itu ada, sebab ada masalah. Maka lebih dulu membahas masalah yang sering terjadi dalam rumah tangga lalu membahas solusi terbaik.

Tidak Memiliki Pekerjaaan


Satu di antara sekian masalah yang terjadi dalam rumah tangga yakni suami tidak memiliki pekerjaaan tetap yang dapat memenuhi kebutuhan keluarganya, ini terjadi, jika istri tidak mau menerima keadaan suaminya.

Pokok permsalahan dalam kasus ini ada peran istri, sebanyak apapun harta yang di raih kalau istri tidak melihat kondisi ekonomi suami, maka rumah tangga tidak akan harmonis, sebaliknya, kalau istri mau menerima hasil jerih payah dari sang suami walaupun sedikit, maka dalam rumah tangga akan harmonis.

Lalu bagaimana solusi yang harus di ambil oleh suami jika pekerjaan itu yang menjadi titik temu suatu persoalan dalam rumah tangganya.

Suami harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencari nafkah yang dapat mencukupi kebutuhan keluarganya.

Istri juga harus memberi semanga, terus memotifasi dan memberi kasih sayang yang lebih agar suami termotifasi dan merasa di kasihi, sehingga ketika sumai mencari rejeki merasa nyaman, menikamti pekerjaanya juga tidak merasa terbebani.


Capek Habis Bekerja


Selanjutnya sumber terjadinya permasalahan dalam rumah tangga biasa ketika suami atau istri pulang kerja pasti merasa capek, pusing, biasanya dari rasa capek pulang kerja ini sangat sensitif terhadap hal apapun yang membuat hatinya sedikit tersinggung. Apalagi keadaan di dalam rumah berantakan, maka, sebaiknya sementara waktu jangan di ajak ngobrol dulu, atau ngobrol tidak mengapa asalkan yang pertama kali membuka pembicaraan pasangan yang baru datang kerja.

Ini kalau memang suami atau istri pulang kerja selalu marah atau kesal, kalau tidak, sebaiknya jangan di diemin, ajal ngobrol, nanya pekerjaan atau apapun yang penting suami atau istri itu merasa terhibur.

Agar suami atau istri semakin sayang, ketika pulang kerja sambut dengan wajah yang berseri-seri ini penting untuk di lakukan agar rumah tangga semakin harmonis dan romantis.


Tidak Memiliki Anak


Pasangan suami istri yang baru menikah pasti sangat mengimpikan menimang anak, ntah apa jadinya, jika usia pernikahannya sudah lama tapi belum juga di karuniai seorang anak, terkadang dengan kondiisi seperti ini akan timbul permasalah, kalau tidak segera di sikapi dengan bijak, permasalahn ini akan semakin berlarut-larut dan mengakibatkan perceraian.

Namun, tidak semua pasangan suami istri melakukan perceraian akibat tidak memiliki anak,  banyak juga yang bertahan membangun rumah tangga walaupun tanpa kehadiran sang buah hati, kondisi seperti ini terkantung pasangan usami istri menyikapi, kalau salah satu pasangan suami istri tidak menerima takdir, maka masalah yang akan timbul.

Solusi terbaik yaitu masing-masing pasangan suami istri berobat dan jangan putus asa, berobat itu tidak 1 atau 2 tahun berhasil, melainkan butuh waktu yang lama dan kesabaran,  jika memang tidak ada jalan untuk mendapatkan seorang anak, maka jalan terbaiknya mengadopsi seorang anak.


Kebutuhan Seksual Kurang

6 Solusi Terbaik Meredam Permasalahan  Rumah Tangga Agar Tetap Harmonis
Kurang Ideal



Permasalah dalam rumah tangga yang sering terjadi, jika masing-masing pasangan tidak merasa terpenuhi hubungan seksnya atau merasa kurang puas, maka tidak bisa kita pungkiri salah satu pasangan suami istri pasti akan mencari kepuasan di luar rumahnya.

Ini yang berbahaya, sebelum semuanya itu terjadi, sebaiknya kedua pasangan suami istri masalah kebutuhan psikologi jangan sampai di sembunyikan, harus berterus terang satu sama lain, agar kepuasan dalam hubungan badan sama-sama terpenuhi.

Syariat membolehkan salah satu pasangan melakukan pijat syaraf, meminum obat atau jamu dengan tujuan untuk memuaskan pasangannya ketika berhubungan badan.

Perselingkuhan


Perselingkuhan yang terjadi dalam rumah tangga itu pasti kurang harmonisnya salah satu pasangan, baik karena urusan hubungan badan yang kurang memuaskan, tidak sefaham yang sampai menimbulkan percekcokan, salah satu pasangan kurang perhatian atau membatasi dalam segala hal dan banyak hal lain yang dapat menimbulkan perselingkuhan.

Solusi agar perselingkuhan itu tidak terjadi, sebelum melangsungkan pernikahan harus sama-sama mengerti satu sama lain, saling menanamkan sifat percaya, apa yang kurang baik yang terdapat pada dirinya harus di hilanglkan perlahan.

Dan yang paling penting dalam membangun rumah tangga harus terbuka, jangan ada yang di sembunyian agar salah satu pasangannya tahu dan sama-sama saling membenahi.

Keterbukaan ini boleh di lakukan  kalau memang manfaatnya banyak untuk masing-masing pasangan suami istri, tapi, kalau dapat menimbulkan  terpecahnya hubungan maka jangan di lakukan. 

Mertua Ikut Campur Urusan Anak


Mertua hanya sifatnya membimbing pasangan suami istri agar hidup harmonis, bukan mencampuri urusan kelurga yang baru menikah, kalau memberi solusi boleh-boleh saja selama solusi itu bentuknya membangun bukan merugikan satu sama lain.

Dalam mengarungi bahtera rumah tangga pasti ada masalah yang datang, kalau tidak segera di sikapi dengan bijak pasti dalam rumah tangga itu tidak akan harmonis.

Mertua boleh ikut campur, tapi, sebatas menasehati dan membimbing, kalau menyalahkan, sebaiknya menyalahkan anaknya sendiri jangan sampai menyalahkan mantunya, walapun mastunya itu jelas-jelas melakukan kesalahan, biarlah suami atau istrinya saja yang menasehati,  sebab, sifat mantu itu walapun baik pasti sensitif, apalagi masih kumpul serumah dngan mertua.

Semoga artikel ini bermanfaat, dan hubungan pernikahan anda semua harmonis jauh dari masalah. Aminnn..















Tuesday, 13 February 2018

Istijabah. Kisah Do’a Anak Yatim Penghancur Umat

Istijabah. Kisah Do’a Anak Yatim Penghancur Umat
Surga Di Dunia

Raja ‘Ad merupakan seorang raja yang memiliki dua orang anak, yang kelak anak ini akan menggantikan kedudukan ayahandanya yakni Raja ‘Ad, Namun, takdir berkata lain, salah satu putranya yang bernama Syadid meninggal dunia sebelum menggantkan ayahnya, jadi yang menjadi putra mahkota kerajaan yakni Syadat.

ketika kerajaan di pegang oleh Syadat, kerajaan ini berubah menjadi kaya raya, apapun yang di minta oleh raja harus terpenuhi, apapun yang di perintah oleh Syadat pasti banyak yang membantu.

Syadat di samping seorang raja, syadat juga memiliki kegemaran lain seperti selalu membaca kitab-kitab karangan para Mu’alif, sehingga banyak ilmu yang beliau serap dari hasil membaca ini.

setelah Syadat selesai membaca kitab-kitab, ada keterangan yang di baca oleh Syadat menyangkut kemewahan surga yang di janjikan oleh Allah Swt, untuk orang-orang yang beriman dan bertaqwa.

oleh karenanya, Syadat bermusyrawah dengan para petinggi dan mentri kerajaan untuk membuat surga di bumi seperti yang telah di jelaskan dalam al-qur’an dan kitab-kitab klasik.

Usulan raja di setujui oleh para petinggi dan mentri kerajaan, sehingga dengan usulan tadi, Raja Syadat mengundang raja-raja yang ada pada masa itu untuk turut andil dalam pembuatan surga di bumi ini.




kemudian semua raja-raja mengumpulkan arsitek handal untuk membangun surga seperti keterangan yang ada di dalam kitab-kitab Allah Swt, menurut sumber lain ada sekitar 300 orang arsitek. dari masing-masing arsitek memiliki anak buah sebanyak 1000 orang.

semua arsitek dengan anak buahnya mencari tempat yang cocok untuk di bangun sebuah surga yang menyerupai surga yang ada dalam kitab Allah Swt.

setelah menemukan tanah yang sangat subur dan terdapat pohon-pohon yang rending dan hijau di tambah lagi aliran sungai yang sangat jernih.

Maka, mereka semua memulai membangun sebuah Surga yang di perintahkan oleh Raja Syadat, bangunan surga ini terbuat dari tanah yang di lapisi emas dan perak,.

setelah berbulan-bulan pembangunan mega proyek ini akhirnya selesai, setelah selesai mereka mengaliri bangunan ini dengan air yang sangat jernih dan mereka menanam pohon yang batangnya dari emas dan daunnya dari perak.

setelah pohon itu selesai di tanam mereka menggantungkan berlian dan permata yang terbuat dari yakut di atas ranting dan juga mereka menaburkan intan-intan di aliran sungai.

Dan juga mereka memberi minyak kasturi dan minyak ambar di setiap pohon-pohon, sehingga bangunan ini sangat megah, siapaun yang meihat bangunan ini akan terkesima dan takjub.

Setelah pembangunan selesai di kerjkan, ada utusn yang mengahadap raja, memberitahukan bahwa pembangunan Surga sudah selesai.

setelah mendengar berita  pembangunan surga sudah selesai, hati raja sangat berbahagia, tanpa pikir panjang, raja memerintahkan semua masyarakat, pengawal kerajaan dan kelurga kerajaan untuk melihat keagungan surga yang ia buat.


Istijabah. Kisah Do’a Anak Yatim Penghancur Umat
Do'a Anak Yatim



Namun, raja-raja dan pembantunya merampas emas dan perak secara aniaya, tanpa ada yang tersisa, hanya dua lembar uang dirham yang di gantungkn di leher anak yatim piatu.

melihat kejadian itu hati raja sangat kecewa dan murka terhadap raja-raja yang telah menipunya, sehingga raja memerintahkan anak yatim piatu itu untuk berdoa kepada Allah Swt.

Dengan perintah raja Syadat, lalu anak yatim itu menengadahkan tangannya ke atas langit untuk bermunajat, “ Ya Tuhanku engkau sudah tahu apa yang telah di rampas oleh orang-orang dzalim terhadap hamba-hambamu, maka selamatkan kami Ya Rabb",

"Ya tuhanku yang Maha Penyelamat terhadap orang-orang yang memohon keselamatan,”

Dengan do’anya anak yatim lalu malaikat mengamini doanya, sehingga Allah Swt mengutus malaikat Jibril, lalu Malaikat Jibril berteriak dari langit.

Maka, semua raja-raja yang telah mengambil emas dan perak secara aniaya, dan juga raja-raja yang turut andil dalam pembuatan Surga, orng kaya dan orang miskin, semuanya binasa tanpa terkecuali seketika itu juga, berkat do’a dari anak yatim.

semoga kita bisa mengmbl pelajaran dari kisah ini.



Sunday, 11 February 2018

Tuntunan Ta’aruf Sesuai Syariat Islam, Membangun Rumah Tangga Islami

Tuntunan Ta’aruf  Sesuai Syariat Islam, Untuk Membangun Rumah Tangga Islami
Ta'aruf Islami

pengertian Ta’ruf yaitu mengenalkan diri kepada orang yang kita senangi dan juga ingin mengenal lebih dekat pasangan yang kita sayangi untuk melangsungkan ke jenjang yang lebih serius,bukan untuk bermain-main saja.

Terkadang orang menganggap ta’aruf itu tidak jauh berbeda dengan pacaran, ini anggapan yang harus di benarkan, mengapa demikian, karena yang namanya ta’auf itu ingin mencari jodoh dan untuk di nikahi.

Sedangkan pacaran itu terkadang hanya untuk hiburan saja, bukan untuk di nikahi, tapi, ada juga yang pacaran sampai menikah. Yang lebih anehpacaran karena mengikuti tren masa kini, pacaran karena malu di anggap jomlo, ini yang salah besar, bukan anggapan orang yang kita salahkan , tapi, cara pacarannya yang harus kita benahi.

Lalu bagaimana ta’aruf yang sesuai dengan syariat islam, agar tidak terjerusmus ke dalam perkara yang di larang oleh agama.

Mengajak Mahram 


Ketika seorang laki-laki berta’ruf dengan seorang wanita yang ia cintai, maka jangan berkhalwat tanpa di sertai oleh mahram, baik mahram dari perempuannya atau mahram dari pihak laki-laki.

Mahram yang di ajak untuk bertemu dengan perempuan yang kita sayangi harus benar-benar menjaga adab, melarang perkara yang di larang syariat seperti, foto selfie berduaan, duduk berdampingan, perkataan yang tidak patut.

Paling baiknya mahram ketika berkunjung kerumah wanita yang kita cintai yakni usianya lebih matang dari pada kita dan menjaga adab. Seperti kakak laki-laki atau kakak perempuan, paman, adik.
Kalau memang tidak memungkinkan untuk berkunjung kerumah wanita yang di senangi atau menjaga adab, maka solusinya.



Perantara Mahram


Perantara mahram laki-laki untuk lebih mengenal wanita yang kita senangi ini jauh lebih menjaga terhadap kesucian syariat islam, ini banyak di lakukan oleh para Masyaikh pondok pesantren

Semisal SiA sudah cukup umur untuk menikah, lalu ada keluarga si B memiliki saudara untuk di nikahkan kepada siA, biasanya penyambung antara keluarga siA dengan si B untuk menjalin hubungan yang lebih serius.

Sedangkan kesalahan yang terjadi di tengah masyarakat ketika sudah berta’aruf atau sudah bertunangan, ini seakan-akan ada signal di perbolehkan melakukan suatu hal seperti, berduaan tanpa di sertai mahram. Berboncengan, terkadang ada yang mnginap di rumah wanitanya, dengan alasan sudah bertunangan. Ini kesalahn yang perlu di luruskan.

Bagaimana kalau dalam masa ta’aruf mengirim sms, telfonan, video Call.


Berta’aruf itu banyak macamnya, namun harus tetap mematuhi rambu-rambu syariat islam, kalau tata cara berta’aruf itu berpotensi menimbulkan perzinahan, maka sudah jelas haram, kalau tidak, maka boleh-boleh saja, tapi, lebih baik hindari , singkatnya seperti itu.

Sms, telfonan, video Call dengan wanita yang kita senangi boleh-boleh saja, dengan tujuan untuk mempererat hubungan, kalau tujuannya untuk bermesraan atau mengarah kepada perzinahan, maka haram secara mutlak.

Ingat ta’aruf  disini masih tahap pengenalan dari masing-masing pasangan, belum mengarah para pertunangan, lalu bagaimana cara bertunangan yang tidak keluar dari ajaran syariat islam.
Ketika seorang sudah lama berta’aruf dengan seorang wanita, maka lakukan hal ini agar pertunangan itu menjadi barakah.

Putus Komunikasi


Jangan salah tanggap dulu, disini putus komunikasi bukan putus hubungan, tapi selama masa-masa khitbah atau pertunangan sementara waktu komunikasi dengan tunangan di putus, kenapa, sebab pada masa-masa ini rawan sekali terjadi perzinahan atau yang mengarah untuk melakukan perzinahan dan juga menutup lubang fitnah.

Kalau memang ada hal-hal yang perlu di bicarakan dengan pihak wanita, baik menyangkut hubungan atau keluarga maka tidak mengapa, selalu tidak keluar dari rambu-rambu kesucian ta’aruf, toh wanita ini nantinya juga milik kita.

Bermesraan dengan wanita yang kita sayangi, jauh lebih indah setelah akad


Pertunangan Yang Barakah Menutup Pintu Fitnah


Ingat pertunangan belum 100% milik kita, pertunangan itu hanya alat pengikat kalau kita benar-benar mau menikahinya, bukan berarti dengan pertunangan kita bisa berbuat semena-mena tanpa jalan yang benar, seperti jalan berduaan, belibur berduaan, duduk berdampingan.

Permasalah seperti ini harus di luruskan agar tidak menjadi tradisi yang menyimpang dari sunnah rasul, sering terjadi pula, ketika mau lebaran biasanya di desa-desa melakukan tradisi ater-ater makanan ke sanak keluarga, lalu kerena ingin berniat baik, keluarga mengizinkan pasangan yang sedang bertunangan ini bergoncengan dalam rangka ater-ater makanan, ini jelas kliru yang harus di luruskan.

Nah, Kalau kedua belah pihak sudah cocok dalam segala hal, maka tidak ada salahnya untuk melangsungkan akad pernikahan, sebelum terjadinya akad nikah maka lakukan hal berikut ini.

Duduk bersebelahan dalam prosesi akad


Tuntunan Ta’aruf  Sesuai Syariat Islam, Untuk Membangun Rumah Tangga Islami
Akad Nikah



Tradisi di masing daerah berbeda-beda, namun, tradisi seperti apapun bentuknya jangan sampai keluar dari kontek syariat islam.

Ini yang sering terjadi dalam prosesi akad nika, baik yang di lakuakn di kantor KUA atau di rumah mempelai perempuan, calon pengantin duduk berdua di hadapan Wali atau yang mewakili, padahal ini belum akad nikah. Ini kurang patut untuk di lakukan.

Lalu Yang benar bagaimana?

Tradisi yang di lakukan oleh kalangan para kyai, para alumni pesantren, sebelum terjadinya akad nikah, mempelai perempuan tidak di perkenankan untuk melihat atau mendampingi calon mempelai laki-laki.

Biasanya calon mempelai perempuan berada di dalam kamar yang di temani oleh kerabatnya atau calon istri  menunggu calon suaminya di panggung pelaminan. Sedangkan suaminya melangsungkan ijab qobul.

Temu calon pengantin sebelum akad


Tuntunan Ta’aruf  Sesuai Syariat Islam, Untuk Membangun Rumah Tangga Islami



Tradisi selanjutnya yang kurang benar saat pengantin pria datang ke calon pengatin perempuan, biasanya pengantin perempuan menunggu di pintu masuk walimatul Ursy, lalu terjadi tradisi basuh kaki calon suaminya, lalu bersuap-suapan dan juga minum air.

Ini merupakan salah satu tradisi yang kurang patut di lakukan, sebab, suami belum melakukan akad, tapi, kalau sudah melakukan akad nikah, sah-sah saja bahkan lebih dari itu boleh.

Etika Saat Prosesi Akad Nikah, Agar Rumah Tangga Sakinah Dan Mawaddah

Semoga artikel ini bermanfaat untuk semuanya