Ayam Sembelihan Di Masukkan Ke Dalam Bejana Yang Bersi Air Mendidih, Najiskah?

Ayam Sembelihan Di Masukkan Ke Dalam Bejana Yang Bersi Air Mendidih, Najiskah?

Masyarakat indonesia pada umumnya ketika menyembelih ayam untuk mempermudah mencabut bulu-bulu yang terdapat di tubuh ayam, biasanya sebelum di cabut ayam-ayam itu di masukkkan ke dalam air yang mendidih, walaupun kotoran-kotoran yang menempel di anggota tubuh ayam belum di cuci.

Dengan deskripsi permasalahn di atas, lalu bagaimana tanggapan hukum fikih mengingat kotoran ayam belum di bersihkan lalu di masukkan ke dalam bejana yang berisi air yang mendidih, ini di lakukan agar bulu-bulu ayam mudah di cabut?

*Air sekaligus ayamnya menjadi mutanajis, jika air itu masuk kedalam perut-perut ayam dan mengenai kotoran-kotorannya yang berada di dalam atau di luar tubuh ayam. Dan apabila tidak mengenai kotoran air tersebut maka hukumnya tidak najis.

#Landasan Hukum Fikih

*semoga Allah memberikan petunjuk yang benar, meletakkan ayam yang sudah di sembelih ke dalam bejana yang berisi air mendidih sebelu di bersihkan kotorannya, jika air itu mengenai kotoran ayam, maka air itu menjadi air mutanajis (terkena najis), daging ayamnya pun menjadi mutanajis, sebaiknya jika air itu tidak mengenai kotoran, maka air dan ayamnya di hukumi tidak najis, sebagaimana kasus seseorang yang meletakkan kendil yang berisi najis yang tertutup rapat ke dalam air yang sedikit, maka kendil tidak menajiskan air.

Demikian sekelumit artikel semoga bermanfaat..

Refrensi Kitab Kuning: Qurratul ‘Ain Bii fatawi Ismail As-Zain Hal 37

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel