Monday, 31 July 2017

#Inilah Hukumnya Luka Di Perban Saat Hadast

Tags
#Inilah, Hukumnya Luka Di Perban Saat Hadast

Nah, ketemu lagi di artikel yang membahas masalah hukum memakai perban saat hadast, untuk artikel kali ini tidak jauh berbeda dengan artikel-artikel sebelumnya, Cuman Untuk artikel kali ini membahas permasalahn yang umum terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Wadlu’ atau tayammum merupakan syarat yang bisa mengesahkan shalat, mayoritas umat yang beragama islam saat hendak berwudlu atau tayammum, pasti menginginkan yang sempurna basuhannya. Tapi melihat fenomena yang terjadi di tengah-tenganh masyarakat ketika anggota basuhannya terkena luka pada anggota wudlu’, kebanyakan para dokter, luka yang parah atau bengkak pasti di perban.

Dalam kitab Kifayatul Akhyar Juz 1 hal 38 “Syarat-Syarat pemakaian perban yaitu harus di pasang ketika dalam keadaan suci. Kasus yang terjadi yakni para dokter ketika mengobati luka yang berada di area basuhan wudlu langsung di Plester (Perban) yang tidak boleh di buka sebelum luka itu sembuh, sedangkan saat melakukan pemasangan perban tidak dalam keadaan suci/ Najis. Apakah diperbolehkan memasang perban dalam keadaan hadast?

*kalau menurut Imam Syafi’I pendapat ini beliau  ambil hukumnya sangat berhati-hati “ kalau seorang berwudlu sedangkkan anggota basuhan wudlu’ terkena luka lalu oleh tabibi di perban, sedangkan ia mau berwudlu takut untuk mengusap perbannya.

Kalau menurut imam Hanafi Dan Imam Malik kalau anggota yang sakit lebih sedikit dari pada anggota wudlu yang sehat, maka cukup membasuh anggota wudlu yang sehat (tidak Luka) dan di sunnahkan mengusap anggota yang sakit. Kalau anggota yang sehat lebih kecil maka di wajibkan bertayammum.

#Landasan Hukum Fikih

*Apabila ada kebutuhan untuk melepas    perban sebagaimana yang di sebut di kitab Muhadzab maka wajib menngqodlo shalat dan mengusapkan dengan air ini menurut qoul yang mashur karena hal ini tidak serupa dengan pemakaian muzah (sepatu). Pendapat kedua tidak perlutidak perlu mengqodlo shalat kalau ada udzur.

Kalau menurut imam Nawawi yang beliau nukil dari kitab muhadzab jika waktu pemasangan perban itu dalam keadaan suci maka tidak perlu mengulangi shalatnya, kalau tidak suci wajib mengulang. Menurut yang terpilih tidak wajib mengulang.

*jika seseorang terkena luka di bagian anggota yang di wajibkan untuk di basuh, maka menurut pendapat yang paling shahih yaitu bertayammum pada saat membasuh anggota yang terkena luka, sedangkan untuk anggota lain yang sehat tetap wudlu’. Semoga bermanfaat.aminnn

Refrensi Kitab: Al-Mizanul Kubra Juz 1 Hal 130
                           Al-Qulyubi Juz 1 hal 97 Dan Hal 84




#Tips Meringankan Batuk Menggunakan Obat Tradisional

#Tips Meringankan Batuk menggunakan Obat Tradisional

Batuk merupakan  gejala yang bisa saja dari foktor alami dari tubuh sebagai sistem pertahanan saluran napas jika terdapat gangguan dari luar. Gejala batuk sendiri terkadang  berfungsi untuk membersihkan lendir yang terdapat di tenggorokan atau ada  faktor penyebab iritasi atau bahan iritan bisa saja debu atau asap agar keluar dari paru-paru.

Batuk terkadang tidak membutuhkan obat yang serius, tapi kalau tidak di tangani secara langsung bisa berakibat fatal dan juga jarang batuk  mengindikasikan penyakit serius dan umumnya akan sembuh dalam waktu satu minggu, biasanya sembuh sebab perubahan cuaca sehingga tidak membutuhkan pengobatan yang serius. 

Terkadang orang beranggapan bahwa batuk merupakan penyakit yang memalukan, kenapa begitu, sebab saat kita sedang bepergian atau berlibur, sedangkan kita selalu  sehingga tanpa di sadari orang yang berada di samping kita merasa terganggu, sedangkan kita tidak bisa menahan apabila sedang batuk. lebih lucunya lagi ada yang beranggapan kalau batuk itu bisa mengurangi harga diri dalam berpenampilan dimana saja.

Batuk Itu Bisa Di Sebabkan Beberapa Faktor:

1. Alergi dan asma: paru-paru akan berusaha mengeluarkan sesuatu yang mengganggu tubuh Anda
2. Tidur tidak teratur
3. Udara kotor dan berdebu
4. Sesak nafas karena rokok

Saran Bagi Penderita batuk

a.  Perbanyak minum air minimal 1 liter sehari 
b. Minum madu asli saat sedang batuk, fungsinya untuk meringankan tenggorokan dan mencegah batuk.
c. Istirahat yang cukup. karena Beristirahat dapat memperbaiki sistem imun dan melawan virus dengan lebih efisien.
d.  Hindari tempat lembap.

Pengobatan Alternatif

a.  Ambillah buah apel 2 biji saja, lalu campurkan dengan gula pasir dan siap untuk di minum sebagai obat tradisional.
b.  Ambil airnya jeruk pecel campur dengan kecap terus di minum, lakukan tiga kali sehari.
c.  Ambillah jeruk nipis dua biji, buah pala separo, cengkeh dan daun sirih secukupnya. Cuci dan rebus dengan air secukupnya dan juga dapat di tambah dengan gula batu, stelah airnya mendidih tunggu sampai dingin, dapat di minum pagi dan sore.

Apabila dengan resep tradisional ini batuk masih tetap, maka di anjurkan untuk memeriksakan kepada dokter terdekat dan jangan meminum obat tanpa resep dari dokter.

Sekilas artikel yang membahas masalah meringankan batuk dengan obat tradisional. Semoga bermanfaat. Aminnn...



#Hukum Sabun Sebagai Pengganti Debu. Bisakah?

Tags
#Hukum Sabun Sebagai Pengganti Debu. Bisakah?

Sabun merupakan alat untuk membersihkan tubuh dan pakaian, setiap kotoran bisa saja di bersihkan menggunakan sabun karene sabun lebih cepat menghilangkan kotoran yang menempel di baju, pakaian dan sejenisnya. 

Fakta membuktikan bahwa banyak orang yang hidup di perkotaan atau pedesaan memelihara anjing. Tahu sendiri kan bagaimana cara menyucikan benda yang terkena najis anjing. Ironisnya banyak masyarakat yang hidup di perkotaan atau pedesaan saat memegang atau tidak sengaja bersentuhan dengan anjing, hanya membasuh dengan sabun. 

Masyarakat beranggapan bahwa sabun yang lazim di gunakan merupakan alat pembersih, baik pembersih dari kotoran atau terkena najis anjing, karena masyarakat beranggapan menggunakan sabun itu sangat praktis dan bisa menghilangkan semua bentuk najis. Lalu apakah “Sabun” dapat mengganti debu sebagai penghilang najis Mugholladoh?

*Menurut qoul Adhar sabun tidak bisa menghilangkan najis mugholladoh  serta tidak bisa menggantikan debu sebagai alat pembersih najis mugholladoh. 

#Landasan Hukum Fikih

Namun di artikel kali ini menguraikan  tida pendapat yang berkenaan dengan sabun sebagai alat untuk membersihkan najis mugholladzoh.
a. Sabun bisa menjadi pengganti debu sebagai alat  pembersih najis mughollladzoh seperti dalam kasus menyamak, sebab dalam menyamak selain daun tawas atau daun akasia bisa mengganti dan juga seperti istinjak boleh dengan selain batu.
b. menurut Sebagian ulama’ boleh menggunakan sabun , kalau pakaian yang akan di bersihkan mudah sekali rusak, Namun kalau yang terkena najis itu benda pecah belah atau benda yang tak mudah rusak, maka debu sebagai syarat pertama untuk menghilangkan najis mugholladzoh, seperti mencuci bejana, piring atau gelas.
c. Menurut qoul Adz-har sabun tidak bisa mengganti debu sebagai alat pembersih najis mugholladzoh, pendapat ini berdasarkan hadist habi bahwa najis anjing hanya bisa di sucikan menggunakan debu saja. Maka selain debu tidak bisa mengganti, seperti halnya tayammum tidak bisa di ganti dengan selain debu.

Hadist nabi yang menganjurkan menggunakan debu untuk menghilangkan najis mugholladzah
Dari Abu Hurairah nabi Muhammad bersabda: "Wadah yang terkena jilatan anjing hanya bisa di sucikan menggunakan tujuh air, salah satunya di campur dengan debu

Alasan menggunakan debu”Virus-Virus yang terdapat di tubuh anjing itu sangat lembut dan kecil, semakin kecil ukuran mikroba, virus itu semakin efektif menempel pada wadah yang terkena sentuhan anjing. Air liur anjing itu mengandung cacing pita, menurut penelitian para ilmuan masa kini cacing pita itu hanya bisa di musnakan hanya dengan debu.

Demikianlah penjelasan mengenai hukum sabun tidak bisa di gunakan sebagai alat pembersih najis mugholladzoh.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Aminnn

Refrensi kitab: شرح الوجيز جزء 1 صحيفة262

  

#Hukum Menyemir Rambut Bagi Jama’ah Haji.

Tags
#Hukum Menyemir Rambut Bagi Jama’ah Haji.

Siapa  yang tidak mau naik haji, mayoritas semua manusia yang beragam islam serta mempunyai fikiran, pasti menginginkan naik haji bahkan ada yang mencicil dari sejak usia dini hanya ingin memenuhi panggilan Allah Yakni pergi ke Baitullah.

Dalam melakukan ibadah haji ada aturan-aturan yang harus di patuhi salah satu contoh menghindari sesuatu yang haram di lakukan oleh para jama’ah haji semisal menutup kepala dengan kain yang berjahit, aturan ini berlaku bagi jama’ah laki-laki dan perempuan. 

Dan ada pula kewajiban yang harus di lakukan oleh para jama’ah haji contohnya mencukur rambut (Tahallul), Sa’I dan tawaf. Lalu kalau perbuatan yang di haramkan bagi jama’ah haji di lakukan, maka sangsinya bisa berupa bayar Dam atau Fidyah.

Untuk itu bagi para jama’ah haji harus berhati-hati dalam melakukan aktifitas ibadah haji, supaya ibadah haji yang di lakukan bisa menjadi haji yang Mabrur.
#Semisal ada jam’ah haji menyemir rambut kepalanya, apakah semir itu termasuk penghalang yang mewajibkan bayar Fidyah (Tebusan).

*Semir bisa termasuk hal-hal yang menghalangi kepala, dan harus bayar fidyah, kalau sekira semir rambut itu bisa menutupi rambut kepala, Jika tidak menutupi kepala maka hukumnya tidak apa-apa. Biasanya semir yang temasuk penghalang ialah menyemir rambut yang terlalu tebal.

#Landasan Hukum Fikih

Perkara yang mewajibkan untuk membayar fidyah ialah sekira perkara itu yang bisa di anggap menutupi kepala (Semir yang terlalu tebal).

Seandainya ada jama’ah haji kepalanya di poles dengan tanah liat  yang tebal atau dengan salep obat luka kalau itu tebal maka wajib bayar fidyah, kalau meletakkan tangan di atas kepala, menaruh keranjang di atas kepala maka tidak apa-apa.

Yang di kenai hukum membayar fidyah dalam hal menutup kepala itu tidak semua kepala tertutupi, sebagaimana tidak di syaratkan dalam membayar fidyah sebab mencukur rambut, harus mencukur rambut secara keseluruhan.

Akan tetapi wajib membayar fidyah dengan sebab menutup kepala sekira sesuatu yang bisa di maksudkan menutupi. Seperti contoh menutup dengan surban dan mengikatnya pada bagian yang luka dan semacamnya. Sedangkan batas perkara yang mewajibkan fidyah adalah menutup dengan sesuatu yang bisa di sebut dengan satir (penutup) baik penutupan kain itu secara keseluruhan atau hanya sebagian.

*Seandainya orang yang sedang ihram itu di poles dengan tanah liat, obat luka di poles yang tebal atau semacamnya sekira termasuk perkara yang menutupi kepala, maka hukumnya di Tafsil (Perinci).
Kalau polesan itu tipis yang tidak menutupi rambut kepala maka tidak apa-apa. Kalau sekira polesan itu tebal, maka wajib bayar fidyah.

Demikian artikel ini semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Aimn…

Refrensi Kitab : Kifayatul Akhyar Juz 1 Hal 228
                            Al-Yaqutun Nufus Hal 340


Sunday, 30 July 2017

#Biografi Asy-Syafi’I Ash-Shoghir “Ke’aliaman Imam Ar-Ramli Yang Bersinar”

#Biografi Asy-Syafi’I Ash-Shoghir “Ke’aliaman Imam Ar-Ramli Yang Bersinar”

Siapa yang tidak kenal dengan Imam Ar-Ramli pengarang kitab Nihayatul Muhtaj bagi santri-satri nusantara, beliau telah banyak mencurahkan segala kemampuan dan fikiran untuk menggali suatu hukum islam gunanya untuk memberi bimbingan kepada orang islam khusunya.

Syamsudin Bin  Muhammad Bin Muhammad Bin Hamzah Bin Syihab Al-Din Bin Ramli yang lebih terkenal di kalangan orang-orang islam dengan sebutan Imam Ar-Ramli begitulah nama lengkap beliau. Beliau di lahirkan pada tahun 919 H, adapula para sejarawan mengirakan Imam Ar-Ramli lahir pada tahun 860an pada  masa kekuasaaanya  Imam Malik Az-Zhahir. Untuk  Pengambilan nama Ar-Ramli sendiri merupakan menisbatan terhadap suatu desa dekat laut munyah  Athar yang bernama Ramla. Sedangkan ayah beliau biasa memanggil nama beliau dengan sebutan Muhammad.

Masa-masa Imam Ramli dalam mendalami suatu Fan ilmu baik, Nahwu, Sharaf, Fikih dan Hadist, beliau berguru kepada ayahnya sendiri dan kepada  Imam Al-Qadli Abu Zakariya, Imam Burhanuddin Bin Abu Syarif. Sehingga ilmu yang beliau serap tidak di ragukan lagi kemampuannya,  sehingga sejak ayah beliau meninggal dunia. Beliau lah yang menggantikan pengajian ayahnya sehingga banyak murit-murit ayahnya yang berdatangan untuk mendengarkan pelajaran demi pelajaran yang di sampaikan oleh Imam Ar-Ramli.

Sifat-Sifat yang sangat di kagumi oleh orang muslim yang hidup pada masa Imam Ar-Ramli yakni Wara’ , Alim, Zuhud dan dalam berucap beliau sangat sopan. 

Sampai-samapi muridnya sendiri pernah berkata” Imam Syihab merupakan guru yang amat mencintai murid-muridnya. Dalam hal ini Imam Asy-Sya’rani sendiri berkata, “Syaikh Syihabuddin sangat mencintaiku sebagaimana kecintaan tuan kepada Hamba sahayanya.”

Imam Ar-Ramli yang sangat di kenal  kealimannya  oleh para Ulama-ulama pada masanya, seperti Imam Abu Zakariya Al-Anshari, jadi tidak heran kalau beliau di juluki Asy-Syafi’I Ash-shoghir (Imam Syafi’I kecil) karena berkat kecerdasan dan kealiman beliau sampai-sampai Imam Al-Anshari meminta kepada Imam Ar-Ramli  mentahqiq karya tulisnya.

Imam Ar-Ramli di sibukkan  dalam mengajar murit-muritnya, walaupun begitu Imam Ar-Ramli masih menyempatkan dirinya menulis beberapa karya yang fundamental.

Karya Imam Syihabuddin Ar-Ramli

1. Nihayah al-Muhtaj Syarh al-Minhaj
2. Syarh al-Bahjah al-Wardiyyah
3. ‘Umdah ar-Rabih fi Syarh ath-Thariq al-Wadhih
4. Syarh al-‘Ubab , Syarh az-Zubad
5. Syarh al-Idhah  fi Manasik al-Hajj
6. Syarh Man¬zhumah Ibn al-‘Imad
7. Syarh al-‘Uqud fi an-Nahw
8. Syarh al-Ajrumiyyah
9. Al-Fawaid al-Mardhiyyah Syarh Mukhtashar Syaikh Abdullah Bafadhal ash-Shaghir
10. l Ghayah al-Maram

Imam Ar-Ramli berpu¬lang ke rahmatullah pada hari Ahad siang, 13 Jumadil Ula 1004 H, banyak kalangan orang muslim yang hidup pada masa beliau berbondong-bonding menghadiri pemakaman beliau, dengan derai air mata yang seakan berat untuk di tinggal oleh beliau ”setiap yang bernafas pasti akan mati”.

ImamSya'roni berkata: "Aku tidak pernah melihat jenazah sebagaimana jenazah beliau. Di situ banyak manusia sehingga masjid pun penuh oleh jama'ah yang melaksanakan shalat jum'at pada waktu itu. Sampai-sampai sebagian dari mereka salat di tempat lain dan kembali untuk menghormati jenazah beliau.

Jenazah Beliau dikebumikan berdamping¬an dengan makam ayahnya, di Masjid Sidi Syihab-uddin Ar-Ramli, yang terletak di Babus Syari’ah, yang dulu terkenal dengan se¬butan “Bab Al-Qantharah.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua dan juga mendapatkan tetesan barakah dari Imam Syihabuddin Ar-Ramli. Aminn.

Saturday, 29 July 2017

#Inilah Hukumnya Bersa'i Menggunakan Escalator

Tags
#Inilah Hukumnya Bersa'i Menggunakan Escalator

Melakukan ibadah haji bagi orang islam hukumnya wajib, Tapi, bagi orang islam yang mampu, mampu di sini lebih umumnya mampu membayar, kalau mampu melakukan, kebanyakan para jama’ah haji  asal Indonesia mampu melakukan ibadah haji, walaupun umurnya di atas lima puluh tahunan, kerena tekat dan keinginan yang kuat ahirnya dengan susah payah bisa melakukan ibadah haji dengan baik, walaupun masih memerlukan bantuan dari orang lain. 

Dengan adanya kendala seperti ini pemerintah Arab Saudi berencana membuat jalur perjalanan antara shafa ke marwah menggunakan escalator untuk para jamaah yang melakukan ibadah sa’I (lari kecil), alat ini berfungsi mempermudah jamaah yang usianya sudah tua, sehingga lebih muda dan menghindari hal-hal yang tidakdi inginkan semisal kecapean yang sangat atau tersenggolan dengan jamaah lain yang besar. 

Kalau alat escalator ini sudah siap untuk di rancang dan di gunakan untuk calon jama’ah haji. Apakah sudah mengesahkan melaksanakan sa’I  dengan menaiki escalator tanpa berjalan kaki sebagaimana kasus di atas, kalau sudah mengesahkan apakah masih di sunnhkan lari-lari kecil di atas escalator.

*Menurut Imam Syafi’I di perbolehkan secara mutlak. Sedangkan lari-lari kecil di atas escalator hukumnya tetap di sunnahkan.

#Landasan Hukum Fikih

*Menurut Imam Syafi’I seandainya ada seseorang melakukan ibadah sa’I dengan mengendarai hewan tunggangan, maka hukumnya di perbolehkan dan tidak bisa di hukumi makruh. Akan hal itu meninggakan keutamaan (Khilaful Aula) dan ia tidak berkewajiban membayar Dam. Pendapat ini di kemukakan oleh Anas Bin Malik dan Ato’ dan Mujahit”.

*Orang yang melakukan lari-lari kecil atau sa’I hendaknya berjalan kaki dan tanpa sepatu atau sejenisnya, apabila aman dari najis dan mempermudah bagi dirinya serta ia dalam keadaan suci, dan menutup aurat.

Tidak di hukumi makruh jika sa’I menaiki kendaraan ini menurut kebanyakan ulama’ dasar ini mengikuti pendapat yang tertera di dalam kitab Majmu Syarh Muhadzab, tetapi Imam At-Turmudzi meriwayatkan dari imam Syafi’I hukumnya makruh terkecuali ada udzur.

Menurut pendapat yang mu’tamat hukumnya tidak di makruhkan, akan tetapi hukumnya keluar dari keutamaan, karena ada keterangan di muka bahwa ketika bersa’I hendaknya jalan kaki, kalau semisal berkendara ketika bersa’I tanpa adanya kebutuhan (Udzur), maka tetap tidak di makruhkan menurut kesepakatan ulama’ sebagamana penjelasan dalam kitab Majmu’ Syarh Muhadzab.

Kalau keterangan dalam kitab Jami’u At-Turmudzi yang di riwayatkan oleh Imam Syafi’I hukumnya makruh kalau bersa’I mengendarai hewan tunggangan atau sejenisnya, kecuali ada udzur.

Demikian uraian hukum yang berkenaan dengan sa’I menggunakan escalator. Semoga artikel ini bisa bermanfaat. Aminnn..

Refrensi Kitab: Majmu' Syarh Muhadzab Juz 8 Hal 77
                            Tuhfatul Muhtaj Juz 3 Hal 101




MA’RUFI Masa Ta’aruf Santri 2017 “Senangnya Jadi Santri PPRU I”

#MA’RUFI -Masa -Ta’aruf -Santri- 2017 -“Senangnya- Jadi- Santri- PPRU I”-

Jum’at 27/07.2017 telah resmi di buka ma’rufi masa ta’aruf santri pondok pesantren raudlatul ulum ! putra, sesuai dengan perencanaan para panitia ma’rufi yang di ambil dari para santri senior yang mana santri senior ini telah memenuhi tugas sebagai PSB (Penerimaan Santri Baru )sebelum pondok pesantren aktif,  para panitia PSB telah lebih dulu datang ke pesantren untuk menerima santri yang berkeinginan mencari ilmu di Pondok Pesantren Raudlatul ulum 1, setelah itu para Panitia psb masih mengenmban tanggung jawab sebagai panitia ma’rufi yang telah di buka dua hari yang lalu.

Ma’rufi masa ta’aruf santri tidak jauh berbeda dengan Mos (Masa orientasi Siswa), Namun, untuk Ma’rufi tidak membuat para santri merasa di bodoh-bodohin oleh santri seniornya juga tidak menggunakan kekerasan, atau menggunakan tenaga, hanya saja ma’rufi lebih  mengedepankan kepribadian santri, mengajarkan akhlaqul karimah yang baik terhadap siapapun, menyenandungkan pentingnya bersosialisasi dan gotong royong.
#MA’RUFI -Masa -Ta’aruf -Santri- 2017 -“Senangnya- Jadi- Santri- PPRU I”-

Dalam kegiatan-kegiatan Ma'rufi para panitia menggunakan cara-cara yang terhormat, dan juga mengenalkan para pendiri, pengasuh dan mengenalkan pesantren Raudlatul Ulum terhadap peserta ma’rufi (Masa Ta’aruf Santri), Namun tidak hanya sekedar pengenalan itu yang di sampaikan oleh panitia, Tapi, panitia mendorong para peerta ma’rufi untuk   mengenali dirinya datang kepesantren, dan mengarahkan niat mereka masuk pesantren. Bukan hanya semata-mata hanya ingin mendapatkan  Ijasah belaka.

Ma’rufi masa ta’aruf santri memiliki keanekaragaman kegatan-kegiatan yang harus di patuhi oleh peserta Ma’rufi salah satu contoh kegiatan seperti meminta tanda tangan terhadap para pengurus pesantren, serta mencatat nama pengurus dan jabatan yang di emban, ini bertujuan agar para santri baru mengenal para ustad-ustadnya yang akan mendidik, membimbing ke jalan yang awalnya belum bisa menjadi bisa, yang awalnya belum baik menjadi santri yang baik.
#MA’RUFI -Masa -Ta’aruf -Santri- 2017 -“Senangnya- Jadi- Santri- PPRU I”-

Ma’rufi masa ta’aruf santri ini sudah berjalan 3 tahun lamanya, dari tahun ke tahun progam ma’rufi ini sedikit demi sedikit merangkak membenahi dalam segala bidang dan kegiatan, supaya progam ma’rufi ini berjalan lebih baik lagi serta memberi dampak positif terhadap para santri baru.

Demikian liputan yang berkenaan dengan progam-progam pesantren awal tahun, semoga dengan adanya progam ma’rufi ini para santri tahu dengan dirinya sendiri sebagai santri dimanapun dan kapanpun.

#Inilah Hukum Shalat Di Atas Kendaraan

Tags
# Inilah Hukum Shalat Di Atas Kendaraan

Shalat merupakan rukun islam yang ke dua, setiap orang islam selama bisa bernafas hukumnya  wajib. Shalat merupakan ibadah wajib yang dilakukan oleh orang islam. Di awali dengan takbir dan di ahiri dengan salam dengan mengerjakan syarat dan rukunnya.

Seseorang yang berkeinginan untuk melakukan perjalanan jauh terkadang menempuh perjalanan dengan mengendarai bus atau kereta api, terkadang saat kita mengendarai angkutan umum seperti kereta api atau bus waktu shalat telah masuk sehingga untuk menunaikan shalat dengan sempurna tidak bisa, mau turun untuk sekedar shalat pastinya tidak memungkinkan.

Lalu bagaimana jika meninggalkan shalat wajib dengan alasan tidak mampunya mengerjakan shalat dengan sempurna, sebab berada di atas kendaraan, 
Ataukah masih diwajibkan untuk mengerjakan shalat? Lalu bagaimana solusinya?

*tidak di perbolehkan meninggalkan shalat tetap wajib shalat sebisanya, dalam rangka menghormati waktu shalat (Lihurmatil wakti) nanti setelah tiba ketempat tujuan hendaknya di qodloi.
Untuk solusinya tetap mengerjakan shalat semampu dan sebisanya di dalam kendaraan umum dengan niatan menghormati waktu shalat (Lihurmatil Wakti).

#Landasan Hukum Fikih

Santri-Santrinya Imam Syafi’I berpendapat bahwa kalau waktu shalat telah masuk sedangkan musolli (orang yang mau melakukan shalat) berada di dalam perjalanan, sedangkan ia kawatir seumpama turun untuk melakukan shalat dengan sempurna pasti akan tertinggal kendaraannya atau takut berpisah dengan teman-temannya sebab tidak tahu jalan.

Solusinya  ia tetap tidak di perbolehkan untuk meninggalkan shalat serta tidak di perbolehkan mengerjakan shalat di luar waktunya, akan tetapi wajib melakukan shalat di dalam kendaraan dengan niatan lihirmatil wakti  dan jika ia sampai ketempat tujuannya semisal rumahnya sendiri atau kerabatnya, hendaknya untuk mengulangi shalat.

kenapa kok demikian? Sebab shalat di kendaraan dengan cara sebisanya denga niatan lihurmatil wakti, itu tergolong udzur yang nadir (langka).

Untuk kasus mengqodloi atau mengulangi shalat yang di kerjakan di kendaraan masih terjadi dua kemungkinan

Pertama: tidak wajib mengulangi shalat, sebab hukumnya sama dengan shalat khouf (karena kuatir)
Kedua: wajib mengulangi shalat, sebab kasus seperti ini langka.

Semoga bisa bermnfaat untuk kita semua. Aminnn

Refrensi Kitab: Majmu’ Syarh Muhadzab Juz 3 Hal 223


#Pengobatan Alternatif Penyakit Ganas Tanpa Obat

# Pengobatan Penyakit Ganas Tanpa Obat

Kanker atau yang lebih di kenal di kalangan masyarakat dengan sebutan tumor ganas, tumor sendiri ialah sel-sel yang berkembang di luar kendali, ada dua tumor yang mana tumor yang tidak bisa berkembang dalam istilah ilmu kedokteran di sebut tumor jinak. Kalau  benjolan itu menjalar keseluruh tubuh dan tidak terkendali menurut ahli medis dalam kedokteran dinamakan tumor ganas, pada umumnya  benjolan seperti ini di sebut kanker. Benjolan seperti ini dapat tumbuh dimana saja seperti leher, perut, usus dan di jantung.

Kenali Ciri-Ciri Gejala Tumor Atau Kanker

a. Luka atau peradangan yang tidak kunjung sembuh
b. Nafsu makan yang terganggu
c. Terganggunya alat pencernaan
d. Pendarahan yang tidak normal
e. Benjolan pada payudara atau di bagian tubuh yang lain

Nasihat-Nasihat Bagi Penderita

a. Berpikirlah yang posisitif segala penyakit pasti ada obatnya, jangan mudah putus asa, trus berusaha dan berdo’a
b. Berprinsiplah untuk bisa sembuh
c. Makanlah makanan yang bergizi seperti buah-buahan dan sayuran
d. Mandilah dengan teratur
e. Rajin-Rajinlah mengontrol penyakit ke dokter terdekat

Pengobatan Alternative Dengan Daun

a. Daun Benalu 
Cara Penyajiannya : Ambillah daun benalunya lalu cuci hingga bersih dan rebus daun benalunya kurang lebih tiga gelas sampai mendidih, setelah dingin dapat di minum dengan campuran madu lebah murni.
b. Daun Cermai Muda, Daun Pepaya Masih Muda, Daun Blimbing Muda
Cara Penyajiannya :  Cuci sampai bersih, tuangkan air tiga gelas, rebus hingga mendidih, setelah mendidih ambil airnya diamkan sampai dingin, lalu minum bisa di campur dengan madu asli secukupnya. Minum pagi dan sore
c. Wortel yang masih segar di parut dan di saring ambil airnya dapat di tambah dengan madu murni
d. Kalau daun-daun di atas kesulitan untuk menemukannya paling tidak dapat meminum madu murni pagi dan sore atau malam, setiap minumsatu sendok.

Ingatlah!! tidak semua penyakit bisa di sembuhkan dengan obat, bisa juga penyakit di sembuhkan hanya dengan satu gelas air atau dengan dedaunan, intinya mau berusaha dan bersikap positif, selalu berdo’a dan jangan putus asa apapun penyakitnya insa allah bisa di sembuhkan dan Semoga kita terhindar dari penyakit-penyakit yang bisa membahayakan diri kita,

Demikian penjelasan artikel yang berkaitan dengan kesehatan, semoga artikel ini bisa bermanfaaat bagi kita semua. Aminnn…

Friday, 28 July 2017

#Hukumnya Tidur Sampai Waktu Shalat Habis

Tags
# Hukumnya Tidur Sampai Waktu  Shalat Habis

Ibu Sulastri merupakan seorang  perawat di rumah sakit ternama di Surabaya , waktu pekerjaan selalu berganti-ganti  terkadang berangkat pagi pulang malam, kadang berangkat malam pulang pagi. Begitulah seterusnya . terkadang  Ibu Sulastri merasa kecapean sebelum shalat subuh  tiba ahirnya Ibu sulastri tidur. 

Bagaimana hukumnya  jika Ibu Sulastri tidur sebelum masuk waktu Subuh , Sementara Ibu Sulastri mempunyai, ,dugaan yang sangat kuat bahwa dirinya akan bangun sebelum waktu shalat shubuh habis atau sudah terbiasa tidak akan bisa bangun kecuali setelah waktu shalat habis..?

*Di perbolehkan, karena saat Ibu Sulastri tidur belum di wajibkan atasnya tuntutan untuk shalat, tuntutan shalat itu dibebankan kepada seseorang kalau sudah masuk waktunya. Namun, sebaiknya jangan membiasakan diri melakukan hal-hal seperti itu.


#Landasan Hukum Fikih

*Seseorang yang tidur sebelum waktu shalat masuk hukumnya tidak di haramkan, sekalipun ia memiliki tujuan  tidak melakukan shalat pada waktunya. Kalau kasusnya seperti ini seseorang tidur sebelum waktu shalat jum’at dengan tujuan akan meninggalkan shalat jum’at maka hukumnya haram.

*Seseorang pernah mengajukan pertnyaan kepada Imam Ar-Ramli terkiat orang yang tidur sebelum waktu shalat fardu tiba, Semisal shalat Shubuh  ia mempunyai dugaan kuat sesuai adat kebiasaan, bahwa tidak bisa bangun kecuali setelah waktu shalat shubuh habis, 
Apakah tidur seperti ini du hukumi haram atau tidak?

*Imam Ar-Ramli menjawab pertanyaan tersebut: sesungguhnya  tidurnya orang yang di sebutkan di atas hukumnya tidak haram, karena ia tidak terkena khitbah (tuntutan), melakukan shalat shalat. Adapun orang yang tidur sebelum masuk waktu shalat , maka hukumnya sudah jelas (tidak berkewajiban menunaikan shalat), sedangkan setelah waktu shalat sudah masuk dan masih dalam keadaan tidur, maka tidak ada tuntutan shalat. Berbeda dengan orang yang tidur setelah masuk waktu shalat, maka tidurnya di hukumi haram, terkecuali dia yakin atau mempunya dugaan yang kuat bahwa ia akan bisa bangun dan mengerjakan shalat pada waktunya.

Demikianlah Uraian mengenai hukum tentang tidurnya seseorang sebelum masukwaktu shalat. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua .aminnn…

Refrensi Kitab: Hasyiyah Bujairami ‘Alal Mnhaj Juz 2 hal 137
                            Fatawi Ar-Ramli Hal 115


#Biografi Pencetus Madzhab Syafi'i

# Biografi Pencetus Madzhab Syafi'i

Abu Abdillah Muhammad bin Idris As-Syafi'i Al-Muttalibi Al-Qurashi yang lebih di kenal dengan sebutan Imam Syafi’, beliau merupakan pencetus madzhab Syafi’i yang penulis ikuti ajaran madzhabnya dan seluruh lapisan indonesia khususnya. Beliau merupakan putra dari pasangan Idris bin Al-Abbas bin Utsman bin Syafi' bin As-Saib bin Ubaid bin Abdu Yazid dengan Fatimah binti Abdullah Al-Uzdiyah.

Imam Syafi’i adalah ulama besar pendiri madzhab Syafi’i beliau sangat alim dalam dalam ilmu fikih,Tapi, Bukan hanya ilmu fikih yang beliau dalami tetapi ilmu hadist, Al-Qur’an dan usul Figh. Derajat kecerdasan dan pengahafalan beliau sangat tinggi, jadi tidak heran kalau blik itu beliau pendiri madzhab, Namun, Di balik itu semua beliau termasuk ulama yang selalu hidup sederhana dan rendah diri.

Imam As-Syafi’i di lahirkan di kota  Gaza, Palestina. Pada tahun 150 H. Pada saat kelahiran beliau, Imam Besar Madzah hanafi meninggal dunia.

Imam As-Syafi’i sejak berumur 7  tahun telah menghafal al-qur’an. Karena berkat kecerdasan dan ketajaman daya fikir beliau, jadi tidak heran kalau guru-guru beliau  selalu memuji beliau salah satu contoh saat teman-teman sekelasnya di beri pelajaran untuk menghafal atau untuk memahami suatu fan ilmu beliau Imam Syafi’i lebih dulu menghafal dan memahaminya, jika temannya membaca kitab beliau selalu hafal apa yang di baca oleh temannya. Subhanallah

Sampai guru beliau berkata kepada Imam Syafi’i “Engkau tak perlu belajar lagi, karena kecerdasan dan kemampuanmu telah merayap ilmu-ilmu yang di baca oleh teman-temanmu, cukup mendengarkan saja”.

Imam Syafi’i dalam menimba ilmu dan menekuni ilmu beliau selalu berpindah tempat mulai dari kota Makkah, Madinah, Yaman, Mesir dan kota Bagdad, dan semua ilmu yang beliau pelajari selalu beliau serap dengan baik, jadi guru-guru beliau sangatlah banyak.

Salah Satu Guru-Guru Imam Syafi’i

*Sufyan bin Uyainah al-Hilali yang berada di Makkah
*Malik bin Anas
*Muslim bin Khalid al-Zanji, 
*Abdul Wahab bin Abdul Majid al-Bashri.
*Ibrahim bin Yahya, salah satu ulama di Madinah.
*Waki` bin Jarrah bin Malih al-Kufi.
*Hammad bin Usamah al-Hasyimi al-Kufi
*Abdul Wahab bin Abdul Majid al-Bashri.

Karya Tulis Imam As-Syafi’i

1. Kitab al-Umm
2. Al-Risalah al-Jadidah.
3. Ikhtilaf al-Malik wa al-Syafi`i.
4. Ikhtilaf Muhammad bin Husain.
5. Ahkam al-Qur`an.
6. Bayadh al-Fardh.
7. Sifat al-Amr wa al-Nahyi.
8. Ikhtilaf al- Iraqiyin.
9. Fadha`il al-Quraisy
10. Kitab al-Sunan

Wafatnya Imam As-Syafi’i

Saat Imam Syafi’i sakit Imam Muzani mengunjungi beliau, Lalu Imam Syafi’i memanggil Imam Muzani, Lalu Imam Muzani bertanya kepada Imam Syafi’i bagaimana keadaanmu? Beliau menjawab Tidak lama lagi aku akan meninggalkan dunia ini, meninggalkan saudara-saudaraku dan akan menjumpai Allah swt. Aku tidak tahu apakah aku masuk surga atau neraka”. Kemudian Imam Syafi’i menangis dan mengucapkan sebuah sya’ir

 “Ketika hatiku membeku dan menyempit, semua jalan bagiku, aku jadikan harapanku sebagai tangga untuk menuju ampunanMu”.

Tidak lama setelah beliau menyenandungkan sebuah syair beliau menghembuskan nafas terahir. Beliau wafat di Mesir pada malam Jum`at Ba’da  shalat Maghrib, yaitu pada hari terakhir di bulan Rajab. Beliau di makamkan pada Hari Jum`at pada tahun 204 H. bertepatan tahun 819/820 M. 

Makamnya Imam As-Syafi’i terletak di kota Kairo Mesir, di dekat masjid Yazar, didalam lingkungan perumahan yang bernama Imam Syafi`i.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua. Aminn

Thursday, 27 July 2017

Profil "Sang Blawong" Pendiri PP Al-Falah Ploso

# Profil Sang Blawong Pendiri PP Al-Falah Ploso

Mas’ud demikianlah nama asli dari pendiri pondok pesantren Al-Falah Ploso Kediri,  Beliau di lahirkan pada tanggal 16 Mei 1900, beliau putra ketujuh dari 13 bersaudara dari pasangan Pak Muhammad Usman lebih di kenal di kalangan masyarakat dengan sebutan Bapak Naib dengan  Nyai Ajeng Muntaqinah Binti Syafi’i.

Mas’ud kecil merupakan anak yang pendiam dan sangat cerdas, Namun, beliau sebagaimana anak-anak seusianya yang gemar bermain kesana kemari, olahraga yang paling beliau gemari yakni sepak bola,.

Mas’ud kecil sebelum di masukkan ke pesantren oleh ayahandanya beliau lebih dulu mengenyam pendidikan di ploso selama tiga tahun melalui uji tes, selanjutnya beliau melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi yakni  Islandscfhe vervolgshcool selama dua tahun, lalu melanjutkan ke SLTA di Gringging kediri. Dengan semangat yang membara serta rajin belajar belaiu selalu menjadi siswa yang berprestasi. Setelah lulus dari SLTA dengan hasil yang memuaskan, beliau melanjutkan ke fakultas UI di jakarta mengambil studi kedokteran.

Mas’ud kecil yang kala itu berusia 16 rela di masukkan kepesantren oleh ayahnya berkat saran dari seorang ulama besar asal bandar kediri KH Ma’ruf Kedunglo. Pesantren yang beliau singgahi pertama kali di nganjuk, di pesantren inibeliau belajar ilmu agama yang berkaitan dengan al-qur’an dan ilmu tata bahasa seperti ilmu nahwa. Setelah pendidikan di nganjuk sudah merasa cukup beliau berpindah ke pesantren di Sidoarjo, di pesantren ini beliau menekuni ilmu dalam bidang saraf selama kurang lebih 1 tahun, selanjutnya beliau kembali ke nagnjuk untuk berguru kepada KH Zainuddin Mojosari yang kala itu sangat masyhur dengan kealiman dan kewaliannya.

Pernikahan Mas’ud (KH Djazuli Usman)

Mas'ud yang lebih mashur dengan sebutan KH Djazuli juga memiliki julukan "Sang Blawong" 
Empat tahun lamanya beliau menyantri di kota mojosari tepatnya di pesantren yang di asuh oleh KH Zainuddin Yang terkenal dengan kealiman, ketawadluan dan kewaliannya. Melihat Mas’ud (KH Djazulu Usman) mulai menampakkan kealimannya lalu beliau di jodohkan engan salah satu putri gurunya sendiri.

Setelah pernikahan Mas’ud semakin giat dalam mempelajari ilmu=ilmu agama yang beliau peroleh saat di pesantren serta keistiqomahan beliau sehingga banyak masyarakat yang kagum dan ingin sekali memondokkan putra-putra mereka ke mas’ud pada saat itu, awal mula pesantren beliau hanya di huni oleh dua santri lama-kelamaan bertambah menjadi dua belas santri.

Keistiqomahan beliau dalam hal mendidik santri-santrinya sngatlah istimewa Hingga  Allah SWT memanggil beliau kehadapan-Nya, hari Sabtu Wage 10 Januari 1976 (10 Muharam 1396 H)..Ribuan umat mengiringi prosesi pemakaman sosok pemimpin dan ulama itu di sebelah masjid kenaiban, Ploso, Kediri.

Konon, sebagian anak-anak kecil di Ploso, saat jelang kematian KH. Djazuli, melihat langit bertabur kembang. Langit pun seolah menangis atas wafatnya kepergian KH Djazuli Usman yang mengajarkan banyak keluhuran dan budi pekerti kepada santri-santrinya itu.

Semoga kita bisa mencontoh perjuangan beliau keistiqomahn beliau dan semoga artikel ini bermanfaat. Aminnn..


Wednesday, 26 July 2017

# KH Abdul Hamid Waliyullahnya Kota Pasuruan Jawa Timur

# KH Abdul Hamid  Waliyullahnya Kota Pasuruan Jawa Timur

Siapa yang tidak kenal dengan  Kh Abdul Hamid pasuruan, sosok waliyullah yang penuh  dengan ketawadlu’an, wibawah dan memiliki karomah, beliau di lahirkan di desa sumber girang kecamatan lasem jawa barat pada tahun 1333 hijriyah. Kh Abdul Hamid merupakan putra ke 4 dari 12 bersaudara dari pasangan Kh Abdullah dengan Sayyidah Roihana. Nama KH Abdul Hamid waktiu masih kanak-kanak yaitu Abdul Mu’thi kemudian setelah menunaikan ibadah haji bersama sang kakek yakni KH Siddiq Jember Nama beliau di ganti dengan nama H Hamid Ahmad.

Abdul mu’thi kecil merupakan bocah nakal yang selalu di warna dengan perkelahian baik dengan sesama temannya atau dengan orang china, bahkan suatu ketika Abdul Mu’thi kecil pernah menampar anak orang china yang berprilaku angkuh dan sombong sampai pingsan, suatu waktu orang china mencari keberadaan Abdul mu’thi untuk memberi pelajaran sebab telah menapar anaknya. Karena ayah beliau kawatir, ahirnya ayah beliau (KH Abdullah) memasukkan beliau ke pesantren rembang yang di asuh oleh KH Kholil Bin Harun menantu dari KH Bisri Samsuri Jombang.

Semasa Abdul Mu’thi kecil masih berada di rumahnya tidak banyak ilmu agama yang beliau tekuni hanya saja beliau lebih menekuni ilmu kanuragan yakni ilmu bela diri sehingga beliau lebih menonjokan ilmu kanuragannnya di banding ilmu agamanya, kerena ketika beliau di rumahnya hanya sekedar ilmu dasar yang beliau pelajari seperti al-qur’an.

Awal Mula KH Abdul Hamid Pasuruan Menimba Ilmu

Seringnya Abdul MU’thi membuat masalah dengan teman-teman sebayanya salah satunya penampar anaknya orang china, dengan kasus ini sehingga beliau di masukkan ke pesantren oleh ayahnya ke Kasingan Rembang, ini awal mula belau menimba ilmu di pesantren, Namun, tidak begitu lama beliau menimba ilmu di pesantren ini hanya sebentar kurang lebih 1 tahun, beliau di pindahkan ke pesantren tremas nama kecamatan kota pacitan, pesantren ini di asuh oleh KH Abdul Mannan, beliau menimba ilmu di pesantren tremas ini 12 tahun lamanya sehingga ilmu beliau tidak di ragukan lagi.
Pernikahan KH Hamid Pasuruan.

KH Hamid menimba ilmu di pesantren tremas sekitar 12 tahun lamanya, dengan kealiman dan ketawadluan beliau, lalu beliau di jodohkan dengan putrinya KH Qusyairi pada saat itu putri beliau masih tergolong sangat muda yakni 15 tahun, acara pernikahan KH Hamid Dengan Sayyidah Nafisah di selenggarakan pada tanggal 19 September 1940, KH Qusyairi merupakan  pamannya sendiri, pernikahan beliau dengan Sayyidah Nafisah di karuniai seorang putra yang beliau kasih nama Anas, Namun, Anas ini tidak  lama meninggal dunia, Lalu zainab putri ini juga meninggal dunia saat masih kecil, Lalu dikarunia putra ke 3 beliau beri nama Nu’man, putra beliau ini tumbuh sampai dewasa, lalu di susul dengan putra beliau Namanya Ahmad Nasih.

Kepribadian KH Abdul Hamid Pasuruan

!. berjiwa pemimpinan
2. pribadi Yang  Istiqomah
3. Pribadi Penyabar
4. Pribadi Yang Dermawan
5. Pribadi yang lembut dan penyayang
6. Pribadi Yang Bertawakkal
7. pribadi Yang Zuhud
8. Pribadi Yang tawadlu’

Kematian KH Abdul Hamid Pasuruan

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, setiap yang bernyawa pasti akan mati, semua orang pasti tahu kesedihan yang di alami jika ada salah satu keluarga, kerabat, teman, tokoh panutan yang sangat di kagumi meninggal dunia, 

Seperti halnya manusia biasa pada umumnya yang akan mengalami kematian seperti halnya para nabi, rasul, sahabat, serta ulama. Pada hari  Sabtu 9 Rabiul Awal 1403 H, bertepatan dengan 25 Desember 1982 M, Allah menapakkan sifat keagungan dan kekuasaan, Bahwa tidak ada yang bisa meninggal kccuali Allah, ini menjadi  puncak kesedihan yang sangat bagi penduduk kota pasuruan, sebab pada Hari itu, pengasuh pondok Pesantren Salafiyah serta ulama’ panutan penuh kewara’an, telah menghembuskan nafas terakhir. Inna lillahi wa inna lillahi raji’un.

Lautan manusia memadati rumah beliau untuk berbela sungkawa atas wafatnya ulama  Pasuruan jawa timur yang penuh karismatik dan  kesabaran

Umat pun menangis. Pasuruan seakan terhenti, bisu, oleh duka yang dalam. Puluhan, ribu orang berduyun-duyun membanjiri Pasuruan. Memenuhi relung-relung Masjid Agung Al-Anwar dan alun-alun kota, memadati gang-gang dan ruas-ruas jalan yang membentang di depannya. Mereka, dalam gerak serentak, di bawah komando seorang imam, KH. Ali Ma’shum Jogjakarta, mengangkat tangan “Allahu Akbar” empat kali dalam salat janazah yang kolosal. Allahumma ighfir lahu warhamhu, ya Allah ampunilah dosanya dan rahmatilah  beliau KH Hamid Ahmad.

Semoga Artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua serta semoga kita mendapatkan barokahnya beliau. Aminnn

Tuesday, 25 July 2017

#Bolehkan? Ibadah Haji Memakai Celana Pendek

Tags
#Bolehkan  Ibadah Haji Memakai Celana Pendek

Rukun islam ada lima pertama sahadat, shalat, zakat, puasa dan terahir haji.  Haji sendiri merupakan rukun islam yang ke lima, yakni berkehendak untuk melakukan ibadah haji ke baitullah sesuai dengan syarat rukun ibadah haji.

Sudah kita ketahui bersama bahwa saat seorang melakukan ibadah haji (Ihrom haji atau ihrom umroh) di larang memakai pakaian yang berjahit, apapun bentuk dan modelnya,

Lalu bagaimana jika ada seorang jamaah haji memakai pakain yang berjahit semisal memakai celana dalam atau kaos dalam, bagaimana tanggapan hukum fikih melihat kasus ini.

*tetap tidak di perbolehkan memakai pakaian yang berjahit saat melakukan ihrom haji atau umroh, walaupun pakaiannya dalam semisal celana atau kaos dalam sebatas di lekatkan pada anggota tubuh serta tidak dijahit.

Kalau seorang itu mengalami udzur yang dapat di benarkan semisal beser dan cara pemakainnya hanya sebatas kebutuhan saja bukan yang lain semisal membalut alat kelamin dengan kain yang berjahit kalau hal itu di anggap cukup, maka hal ini di perbolehkan.

#Landasan Hukum Fikih

*Perkara yang di haramkan, Namun di perbolehkan sebab ada udzur yang di benarkan ada empat perkara, sesuatu yang di perbolehkan sebba ada ketubuhan yang sangat (hajat) serta tidak di kenai Dam (bayar denda) serta tidak berdosa.

Menggunakan celana sebab tidak ada pakaian yang lain, menggunakan sepatu tertentu sebab tidak ada sandal, membalut kelamin dengan kain sebab ada udzur tertentu seperti beser hanya cara membalut dengan kain berjahit merupaka keharusan..

*pakaian yang di haramkan yang di gunakan untuk menutup anggota tubuh, sekira pakaian itu berjahit menggunakan mesin penjahit atau dengan yang lain seperti tenun, di sulam, seperti gamis, celana panjang dan celana pendek.

*Dalam masalah keharaman tidak adanya perbedaan antara memakai pakain yang berlubang atau pakaian yang di buat dari kulit dan juga tidak ada perbedan antara pakaian yang berjahit dengn jarum atau di lekatkan. Untuk pakaian yang sejenis mantel atau daster hukumnya seperti gamis.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua.Aminn

Refrensi Hukum : Bughyatul Mustarsyidin Hal 118
                                          Al-Idlaha Hal 88
                                          Al-Mausu’atul Fiqhiyah Al-Islamiyah Juz 1 Hal 77


Monday, 24 July 2017

#12 Santri Raudlatul Ulum I Tembus Ke Tingkat Wilayah Kerja Cabang Musabaqhah Qiro'atul Kutub

12 Santri Raudlatul Ulum I Tembus Ke Tingkat Wilayah Kerja Cabang Musabaqhah Qiratul Kutub

Kyai Yahya Bin KH Syabrowi merupakan ulama' Ganjaran kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang, beliau termasuk pendiri pondok pesantren Raudlatu ulum 1, beliau di lahirkan dari ibunda tersayang Nyai Hj Latifah Putri Kyai Isma’il  Ombul sampang Madura.

Awal muda berdirinya Pondok Pesantren Raudlatu Ulum I Kyai Yahya Sabrowi hanya memiliki 10 santri yang tinggal di pesantren yang amat sederhana untuk kala itu. Seiring berjalan waktu santri pondok pesantren Raudlatul ulum I yang di asuh oleh beliau berkembang sangat pesat pada tahun 1970 santri beliau sudah mencapai 270 santri yang berasal dari berbagai daerah seperti  Kalimantan barat, Madura, malang dan lumajang.

Setelah pengasuh utama dan pengasuh kedua wafat, tonggak kepengasuhan di emban oleh KH Mukhlis Yahya putra beliau yang paling muda. Untuk  santri yang ingin menimbah ilmu semakin banyak yang berdatangan dari berbagai daerah di jawa.

Untuk saat ini pondok pesantren tetap menonjolkan karekternya sebagai pondok salafi yang terus mengalir deras, menguras tenaga, untuk memahami kitab kuning karangan ulama-ulama’ salafus Solih, yang setiap hari di kaji dan diaplikasikan dalam aktifitas sehari-hari.
Jadi tidak heran kalau santri sekarang sudah pandai memahami dan mempraktekkan kitab yang ia kaji, mulai kitab yang paling kecil sampai kitab yang paling besar.
Tahun 2017 bertepatan libur pesantren tanggal 16 mei Pesantren Raudlatul Ulum satu mendelegasikan 17 santri  untuk mengikuti cabang lomba MQK  “ Musabaqhoh Qiro'atul kutub”, baik tingkat ula , Wustha, Ulya, di pondok Pesantren modern Ar-Rifa’I ketawang.

Alhamdulillah berkat kerja keras dan semangat para santri ahirnya 12 santri tembus ke cabang MQK selanjutnya, yang akan di selenggarakan di kota Pasuruan jawa timur. Semoga ini bukan ahir segalanya bagi para santri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum I, Namun, Ini awal dari perjuangan yang harus di teruskan dan di bina.

Daftar Santri Musabaqhoh Qiro’atul Kutub

1. Isomuddin
2. Abilu Royyan
3. Muhammad Anwar
4. Muhammad Mannan
5. Imam Samudra
6. Royyan
7. Ihyaul Ulum
8. Anas
9. Yusroful kholili
10. Ruspandi
11. Ahmad Sholeh
12. Hisbulloh
13. Fathur Rohman
14. Sifaur Romli
15. Rif’an Fathoni
16. Ikhwanul Arifin

Inilah daftar santri pondok Pesantren Raudlatul Ulum I yang mengikuti lomba MQK di Pondok Pesantren Modern Ar-Rifa’I Ketawang jawa Timur.

Semoga Artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi penulis dan pembaca yang budiman.

#Profil Imam Ibnu Sina Bapak Para ahli Kedokteran

#Profil Imam Ibnu Sina Bapak Para ahli Kedokteran

Abu Ali al- Huseyn bin Abdullah bin Hassan Ali bin Sina atau yang lebih kita kenal dengan nama Ibnu Sina, merupakan seorang tokoh terkenal dengan sejuta pengalaman dalam dunia kedokteran sehingga kitab-kitabnya tak jarang menjadi buku rujukan wajib bagi seluruh para dokter pada masa itu. Menurut sebagian riwayat Ibnu Sina di lahirkan  pada bulan Shafar tahun 375, sedangkan kota yang menjadi tempat kelahirannya yakni  terletak di desa Afshanah dekat kota Kharmaitan Provinsi Bukhara. sekarang kota ini menjadi bagian dari negara Uzbekistan.

Ibnu Sina Sejak berumur 21 tahun sudah pandai dalam hal tulis menulis, jadi, tak heran jika karyanya yang fundamental sangat banyak, tidak heran kalau para ilmuan dan ahli kedokteran menjadikan buku-buku beliau menjadi bahan rujukan.

Karya-karya imam Ibnu Sina  diantarnya:

1. Isaguji, ilmu logika Isagoge.
2. Fi Aqsam al-Ulum al-Aqliyah, tentang pembagian ilmu-ilmu rasional.
3. Ilahiyyat, Ilmu ketuhanan
4. Kitab an-Nayat, buku tentang kebahagiaan jiwa.
5. Fi ad-Din yakni tentang pemilikan.
6. Risalah fi Asab Huduts al-Huruf ,risalah tentang sebab-sebab terjadinya huruf.
7. Bidang syair dan prosa “Al-Qasidah al- Aniyyah” syair-syair tentang jiwa manusia.
8. Risalah ath-Thayr, cerita seekor burung.
9. Bidang politik “Risalah as-Siyasah, Buku tentang politik.

Ibnu Sina dalam masalah keilmuan tidak di ragukan lagi Karena kecerdasan otaknya yang luar biasa ia dapat menguasai semua ilmu yang diajarkan kepadanya dengan sempurna dari sang guru, bahkan melebihi pengetahuan sang guru, sejak usia 17 tahun Ibnu Sina sudah menekuni beberapa ilmu agama dan ilmu umum terutama yang sangat menonjol di kalangan ulama’ yakni ilmu kedokteran, Namun, Bukan hanya ilmu kedokteran yang beliau tekuni tapi  ilmu fisika, matematika dan ilmu hukum. Sedangkan dalam ilmu agama beliau menekuni kitab fikih

Guru-Guru Imam Ibnu Sina diantara: 

-Imam Abu Abdallah  Al-Natali 
-Imam Isma’il sang Zahid
-Imam Al-Farabi 
-Imam Sirajuddin Zar

Sebelum kematiannya Imam Ibnu Sina menderita penyakit golic, karena tekatnya untuk sembuh, beliau sangat rajin meminum obat bahkan sampai delapan kali dalam satu hari, sampai Ibnu Sina benar-benar di panggil oleh Sang maha agung saat usia beliau masih tergolong muda yakni 58 tahun, bertepatan bulan Ramadlan tahun 428 H. Jasad beliau di kebumikan dikota hamdan, Irak.

Semoga Cuplikan profile Ibnu Sina ini menjadikan  kita terus termotifasi untuk selalu bersemangat dalam mencari ilmu agama dan ilmu umum. Aminnn..

















#Posisi Yang Benar Bagi Pentalqin Mayit

Tags
#Posisi Yang Benar Bagi Pentalqin  Mayit

Kita pastinya sudah tahu semua bahwa, Mentalkin mayit itu hukumnya sunnah setelah di kebumikan. Mentalqin adalah  memberi   pelajaran/nasihat kepada mayit terkait pertanyaan-pertanyaan malaikat yang akan di pertnaggung jawabkan terhadap si mayit, dan juga berupa nasihat kepada  mayit agar ketika malaikat datang jangan gelisah tetap tenang, sebab malaikat yang datang juga sama-sama mahkluk Allah Swt.  

Banyak kita jumpai di pedesaan atau di kota-kota ketika mayit sudah di masukkan ke laing lahat, lalu salah satu di antara para jama’ah yang lebih alim dan terpandang membacakan talqin kepada si mayit, Namun, banyak di antara pentalkin yang berbeda-beda cara dalam mentalkin, terkadang para jama’ah yang hadir di pemakanan dalam posisi duduk sedangkan pentalkin berdiri ada yang sebaliknya. Ada juga yang sama-sama duduk.

#lalu bagaimana tata cara yang benar bagi si pentalqin mayit dengan masyarakat yang turut hadir di pemakaman?

*Untuk si Pentalkin mayit di sunnahkan untuk duduk di bagian atas (Kepala mayit)menghadap ke timur gambarnnya semacam berhadap-hadapan. Untuk para masyarakat yang turut hadir di pemakaman di anjurkan berdiri.

#Landasan Hukum Fikih

Imam Ramli pernah di tanya mengenai duduk ketika mentalkin mayit, Apakah bagi pentalkim mayit dan masyarakat di anjurkan untuk duduk atau sebaliknya.

Lalu beliau berkata” Sesungguhnya yang di anjurkan untuk duduk yakni si pentalkin dan tidak di sunnahkan bagi yang lainnya, karena orang yang mentalkin si mayit dengan posisi duduk itu lebih di dengar oleh si mayit yang berada di liang lahat”

Begitu lah penjelesan mengenai posisi bagi pentalkin mayit yang benar, semoga artikel yang singkat ini bisa bermanfaat bagi kita semua, Aminnn..

Refrensi Kitab : Fatawi Ar-Ramli Juz 2 Halaman 294


Sunday, 23 July 2017

#Bolehkah? Penuntut Ilmu menerima harta zakat,

Tags
#Bolehkah? Penuntut Ilmu menerima harta zakat,
Semakin berkembangnya teknologi informasi dan maraknya kasus-kasus yang merusak martabat generassi muda indonesia, para orang tua mulai khawatir untuk mencarikann pendidikan yang  baik dan  layak bagi anaknya. Supaya kelak anaknya bisa menjadi generasi yang berbudi luhur serta mengerti akan ilmu-ilmu agama dan ilmu umum.

Tak heran jika zaman sekarang ini banyak orang tua yang memasukkan anak-anak nya ke pesantren, guna mendapatkan ilmu yang bermanfaat serta bisa menata hati menjadi lebih baik, itu harapan orang tua...

Terkait kasus seorang penuntut ilmu apakah ia di perbolehkan menerima harta zakat?

*Menurut pendapat yang lebih masyhur di perbolehkan bagi seorang penuntun ilmu untuk menerima harta zakat, Namun, ada syaratnya yakni harus belajar sungguh-sungguh dan ilmu yang ia pelajari minimal ilmu yang sebangsa fardu kifayah.

#Landasan Hukum Fikih

Menurut para ulama’ seandainya seseorang bisa mendapatkan penghasilan dari pekerjaan yang layak baginya, akan tetapi ia masih sibuk mencari ilmu agama, Kalau seandainya ia memilih bekerja otomatis  ia tidak mendapatkan ilmu, seandainya ia memilih mencari ilmu maka ia tidak bisa mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhannya, Maka bagi berhak mendapatkan harta zakat sekira memilih menekuni ilmu.

Kalau dalam menuntut ilmu seseorang itu selalu bermalas-malasan serta tidak sungguh mencari ilmu, maka baginya tidak halal menerima harta zakat.

Imam Ad-Darimi mengklasifikasikan kasus di atas menjadi tida hukum

Pertama, penuntut ilmu berhak mendapatkan harta zakat sekalipun ia mampu bekerja
Kedua, Tidak berhak mendapatkan harta zakat secara mutlak
Ketiga, kalau memang ia bisa di andalkan dengan ilmunya serta bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar dengan ilmu yang ia perolehnya, maka baginya berhak mendapatkan harta zakat.

Barang siapa yang selalu melakukan ibadah sunnah serta ia tidak bekerja lantaran takut pekerjaannya itu mengganggu aktifitasnya bekerja, maka ia tidak berhak mendapatkan harta zakat. Beda halnya dengan orang yang menuntut ilmu, karena bagi penuntut ilmu kelak ilmunya bisa bermanfaat bagi orang lain, sedangkan seseorang yang selalu beribadah sunnah itu manfaat untuk dirinya bukan ke orang lain.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Aminnn

Refrensi Kitab: Majmu’ Syarh Muhadzab Juz 6 Hal 190. 


# 7 Tips Menjaga Tubuh tetap Sehat Dan Segar

#Tips Untuk Menjaga Tubuh tetap Sehat Dan Segar

1. Minum Air Putih

Air putih memiliki manfaat tersendiri salah satunya bisa menyegarkan tubuh dan juga bisa menangkal dari berbagai penyakit, selain itu, dengan memperbanyak minum air putih dapat menjadikan badan kita selalu sehat dan segar. Untuk itu  minumlah  air putih secukupnya sekitar 1 liter tiap hari. 

2. Mengkonsumsi Makanan Sehat dan Bergizi 

Mengkonsumsi sesuatu juga perlu di atur agar tubuh tetap sehat, seperti mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran, upayakan dalam setiap hari, mesti makan lima buah serta sayuran, yang kaya akan antioksidan. 

3. Tidak Membiasakan Diri Untuk Merokok

Pastinya kita tahu rokok, mungkin saja di antara kita ada yang merokok,  Merokok amat jelek bagi kesehatan. Dengan demikian, saat inilah waktu yang terbaik untuk menghilangkan kebiasaan untuk merokok, akhiri dan berubahlah menjadi lebih baik.

4. Berolahraga Setiap Pagi

Usahakan selalu melakukan olahraga secara teratur. Ini bertujuan untuk menjaga kondisi tubuh agar selalu bugar dan sehat seperti lari bagi atau ikut senam yoga.

5. Jangan Makan Terlalu Banyak

Biasakan jangan makan terlalu banyak sewajarnya saja. Di khawatirkan badan kita akan mengalami kegemukan dan risikonya kita akan lebih muda mengalami kelelahan dan berkeringan walaupun aktifitasnya ringan maka kita akan lebih muda terkena penyakit yang terkait dengan kegemukan atau obesitas. Sesuai kandungan kalori yang terdapat didalamnya.

6. Istirahat Yang Cukup

Sesibuk apaupun kita usahkan Istirahat yang cukup setiap harinya, ini merupakan salah satu faktor untuk menjaga daya tahan tubuh kita. seperti tidur yang cukup.

7. Menghindar stress 

Karena ketika kita stress daya tahan tubuh kita akan menurun, akibatnya kita akan mudah malas untuk melakukan aktifitas, bahkan stress ini bisa menyebabkan pusing dan amarah sulit untuk bisa di kontrol, untuk itu cara menghindari stress yang berlebih yaitu dengan melakukan meditasi selama 10 menit dalam sehari dengan duduk di tempat yang anda anggap paling tenang, pejamkan kedua mata anda, merilekskan semua otot- otot, serta bernafaslah dalam-dalam. 

Semoga Artikel 7 tips agar tubuh tetap  sehat dan segar bisa bermanfaat bagi kita semua dan semoga tubuh kita di berikan kesehatan. Aminn



#Sunnah-Kah Menggosok Gigi Saat Berpuasa?

Tags

# Sunnah-Kah Menggosok Gigi  Saat Berpuasa?

Ada Sabda Baginda Rasulullah Saw:
Orang yang berpuasa bau mulutnya kelak berbau harum laksana minyak misik

Menggosok gigi merupakan keharusan bagi seseorang setelah makan dan sebelum tidur, tujuannya untuk menghilangkan sisa-sisa makanan yang menempel, dan menjaga gusi supaya tetap bersih, membantu untuk menyingkirkan plak yang menyebabkan pembusukan, dan membuat napas menjadi segar. 
Melihat esensi hadist di atas, kita tidak di anjurkan menghilangkan bau saat berpuasa, di sebabkan kelak di akhirat bau yang tidak sedap itu akan berubah menjadi bau yang sangat wangi melebihi wanginya minyak misik.sehingga ulama’ fikih memakruhkan bersiwak  setelah matahari tergelincir.

#Lalu bagaimana hukum fikih menanggapi orang yang berpuasa lalu menggosok gigi dengan tujuan untuk menghilangkan bau mulut yang di sebabkan tidur, Apakah tetap di makruhkan?

*Hukum menggosok gigi dengan deskripsi masalah yang telah di sebutkan hukumnya tidak makruh, bahkan sangat di sunnahkan, beda halnya dengan pendapatnya Imam IBNU hajar.

#Landasan Hukum Fikih

*Menurut Imam Ibnu Hajar di makruhkan bagi seorang yang bersiwak setelah tergelincirnya matahari sampai waktu berbuka puasa (Maghrib), sekalipun ia telah tidur atau memakan sesuatu yang bisa menyebabkan bau mulut sangat tidak sedap.

*Namun sebagian ulama’ tidak memakruhkan akan tetapi sunnah bersiwak jika di sebabkan tidur, 
Imam Ibnu Ruslan dalam karyanya “Subdah” berkata: menurut saya orang yang bersiwak dalam keadaan berpuasa, setelah tergelincirnya matahari tidak makruh. Dan haram hukumnya berpuasa wishol, pendapat ini di kutip oleh Imam Kita As-Syafi’i Dan Imam Al-Turmudzi.
*Ulama’ munghukumi sunnah bersiwak, andaikan perubahan bau mulut itu di sebabkan tidur atau lupa memakan sesuatu yang bisa menyebabkan bau mulut tidak sedap. Imam Al-Khatib memilih pendapat yang mensunnahkan bersiwak.

Semoga artikel yang singkat ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aminnn..

Refrensi Kitab: Fathil Mu’in Syarah I’Anatut Tholibin juz 2 Hal 239




#Cairan Pembersih Mulut, Untuk Bersiwak

Tags

#Cairan Pembersih Mulut, Untuk Bersiwak


Mungkin dari kita pernah melihat seseorang yang hendak melakukan shalat atau di luar shalat biasanya melakukan sesuatu hal yakni membersihkan gigi dengan kayu dari ranting pohon, Nah, kayu itu  biasa disebut siwak atau miswak. Siwak atau miswak meruapakn kayu yang biasa di gunakan untuk membersihkan gigi dari kotoran serta dengan bisa mendapatkan kesunnahan karena Rasulullah juga turut serta melakukan hal ini.

Untuk  zaman sekarang ini  yang  serba  modern semuanya bisa dan mudah, salah satunya cairan yang namanya tidak asing bagi kita yakni” Lasterin” cairan ini fungsinya juga untuk menghilangkan bau mulut, menghilangkan  kotoran  yang menempel di mulut, mengharumkan bau mulut. untuk pemakaian pun sangat praktis hanya berkumur dengan cairan itu. Cairan ini

Dengan adanyaa cairan pembersih mulut itu , apakah sudah mendapatkan kesunnahan bersiwak?

*Tidak bisa mendapatkan kesunnahan bersiwak, walaupun alat itu sama-sama bisa membersihkan kotoran yang ada di mulut, dapat menguatkan dan mengharumkan bau mulut, karena cairan itu tidak untuk bersiwak.

# Landasan Hukum Fikih

Keutamaan bersiwak dapat di peroleh dengan bersiwak dengan sesuatu yang benda yang keras (kasar) meskipun menggunakan sesamanya pohon usynan. Dan juga menggunakan cairan yang fungsinya membersihkan mulut, Maka hal itu tidak bisa mendapatkan kesunnahan bersiwak.

Refrensi Kitab : Minhajul Qowim Juz 1 Hal 23